Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terdampak

"Insentif seperti itu sangat penting agar masyarakat tenang tinggal di rumah mematuhi anjuran PSBB,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 23 Apr 2020 20:46 WIB

Author

Sadida Hafsyah, Heru Haetami

Larangan Mudik, Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terdampak

ilustrasi arus mudik di stasiun kereta api. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah memperhatikan masyarakat yang tidak bisa melakukan mudik dan juga terdampak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Perhatian itu, di antaranya dengan memberikan bantuan langsung seperti kebutuhan pangan untuk bertahan hidup.

"Insentif seperti itu sangat penting agar masyarakat tenang tinggal di rumah mematuhi anjuran PSBB," katanya saat Konferensi Pers secara virtual di Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Puan juga meminta masyarakat untuk tidak mudik atau pulang kampung di masa penyebaran wabah Covid-19. 

Ia melanjutkan, meski hal itu akan memberatkan masyarakat, namun menahan untuk tidak mudik juga dapat meminimalisir penyebaran virus.

"Ketika kami melakukan mudik atau pulang kampung di antara pandemi COVID-19 ini, maka artinya kita akan memperbesar dan memperluas risiko menularkan virus corona kepada orang-orang yang kita cintai dan kasihi. Sebab mungkin saja kita terlihat sehat tapi bisa saja sebenarnya kita membawa virus corona di dalam tubuh kita," kata Puan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memutuskan melarang masyarakat pulang kampung atau mudik. 

Jokowi meminta jajarannya untuk mempersiapakan apa-apa saja yang dapat dilakukan pemerintah, untuk melarang masyarakat bepergian mudik.

Senada, Sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. 

Imam menyebut, ada potensi permasalahan sosial lain yakni kelaparan, akibat terpuruknya perekonomian masyarakat.

"Jangan sampai musibah ingin menghindar dari corona, terus kemudian mendatangkan musibah baru yaitu kelaparan. Kami tak rela negeri ini, saudara kita karena ingin hindari virus tapi kemudian dia diancam oleh kelaparan itu," tegas Imam.

Imam Prasodjo memprediksi, perekonomian masyarakat akan semakin terganggu, apalagi sejak pemberlakukan PSBB.

Ia mengatakan, demi menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah harus aktif melibatkan berbagai lembaga dan elemen masyarakat, dalam menghadapi permasalahan saat ini.

"Solidaritas kepada orang yang terimbas, solidaritas pada mereka yang terhenti nafkahnya, karena kita lakukan PSBB itulah yang seharusnya kemudian digalang," katanya.

Imam menambahkan, COVID-19 bukanlah virus yang dapat disepelekan oleh pemerintah maupun masyarakat. Apalagi Indonesia, yang jumlah penduduknya banyak.

"Seperti melihat peristiwa yang ada di Italia misalnya. Bagaimana negara yang cukup maju tetapi kelabakan di dalam sistem kesehatan mereka, tidak bisa berjalan dengan baik, karena begitu banyaknya pasien yang berduyun-duyun ke rumah sakit," katanya.

Imam menyarankan ada penguatan dalam hal mensosialisasikan tentang bahayanya virus ini. Pemerintah dapat menggandeng generasi muda yang memiliki kreativitas tinggi,  untuk membantu menekan penyebaran COVID-19.

"Di negeri ini, di banyak wilayah, komunitas itu banyak para champion, orang-orang kreatif. Jadi kita himpun, kita fasilitasi, Pemerintah Daerah (Pemda) mengundang mereka, syukur-syukur membiayai mereka untuk berkreasi, maka akan muncul ide-ide kreatif yang sangat unik di negeri ini. (Mereka bisa) menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat di sekitarnya," pungkasnya.

Editor: Kurniati Syahdan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7