Kemenkeu: Pandemi COVID-19 Bisa Munculkan 5 Juta Pengangguran Baru

"Ketika menghadapi krisis ini kita harus siap-siap bagi-bagi beban.”

BERITA | NASIONAL

Senin, 20 Apr 2020 16:55 WIB

Author

Adi Ahdiat

Kemenkeu: Pandemi COVID-19 Bisa Munculkan 5 Juta Pengangguran Baru

Toko parfum di Jl. Margonda Raya, Depok, yang ditutup selama penerapan PSBB pandemi Covid-19, Rabu (15/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu memprediksi pandemi Covid-19 bisa memunculkan jutaan pengangguran baru di Indonesia.

“Kita harus siap dengan 'skenario sangat berat'. Di skenario itu (pertumbuhan ekonomi) kita akan minus sekian persen. Kalau di 'skenario sangat berat' ini bisa lebih dari 5 juta orang (pengangguran),” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (20/4/2020).

“Dengan pertumbuhan (ekonomi) 2,3 persen terhadap PDB itu kan 'skenario berat'. Kalau 'skenario berat' akan ada tambahan 2,9 juta orang pengangguran,” lanjutnya.

Berita Terkait:

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu menyebut pemerintah tengah berusaha menjaga stabilitas perekonomian supaya pengangguran tidak melonjak.

Ia pun meminta pihak swasta ikut mengambil peran.

“Ini jelas bukan hanya pemerintah saja,  karena nggak akan sanggup. Jadi kita mau dari otoritas lain, tidak terbatas dari itu (pemerintah), ketika menghadapi krisis ini kita harus siap-siap bagi-bagi beban,” kata dia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai akhir 2019 lalu ada sekitar 6,8 juta orang pengangguran di Indonesia.

Kemudian pada Senin (20/4/2020) Kemnaker mengumumkan ada sekitar 1,9 juta orang yang baru kena PHK atau dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

Jika data-data itu valid, bisa diperkirakan jumlah total pengangguran sampai April 2020 ini sudah mencapai 8,7 juta orang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPD: Menunda Pilkada Lebih Baik Ketimbang Keluarkan Perpu