Kartu Prakerja, Buruh: Percuma Pelatihan Kalau Tak Ada Lapangan Pekerjaan

"Lapangan pekerjaannya ada atau tidak? Kalau pun toh misalnya pelatihannya tapi lapangan pekerjaannya tidak ada, itu kan juga menyulitkan,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Apr 2020 11:41 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Kartu Prakerja, Buruh: Percuma Pelatihan Kalau Tak Ada Lapangan Pekerjaan

Warga mencri informasi pendaftaran kartu prakerja gelombang 2 di Jakarta, Senin (20/04). (Antara/Aditya)

KBR, Jakarta-  Ketua Umum Federasi Lintas Buruh Pabrik (FLBP) Jumisih meminta pemerintah serius membuka lapangan pekerjaan bagi buruh korban PHK yang mengikuti program Kartu Prakerja. Kata dia, percuma jika mereka yang di-PHK diberi pelatihan, namun nyatanya tak ada lapangan pekerjaan yang tersedia.

"Sebetulnya yang dibutuhkan oleh teman-teman itu kan lapangan pekerjaannya ya. Kalau basic-basic dasar seperti yang ada di pelatihan-pelatihan itu, atau bahkan bukan basic yang diminati oleh teman-teman, jadi susah diakses. Lapangan pekerjaannya ada atau tidak? Kalau pun toh misalnya pelatihannya tapi lapangan pekerjaannya tidak ada, itu kan juga menyulitkan," kata Jumisih kepada KBR, Senin (20/4/2020) sore.

Ketua Umum Federasi Lintas Buruh Pabrik (FLBP) Jumisih mewanti-wanti, program ini jangan dijadikan pembenaran atau solusi akhir dari tidak dibayarkannya pesangon oleh perusahaan. Jumisih menegaskan, Kartu Prakerja bukanlah pengganti pesangon.

Ia meminta masyarakat tak mengartikan program ini sebagai bentuk akomodir pemerintah terhadap buruh yang terkena PHK.

"Banyak teman-teman buruh yang di-PHK sewenang-wenang tanpa mendapat pesangon. Jadi jangan kemudian dianggap bahwa Kartu Prakerja itu bisa menggantikan pesangon yang tidak diberikan oleh pengusaha," tegasnya.

"Jadi itu konteksnya sangat berbeda. Supaya tidak salah paham publik menilai bahwa pemerintah sudah cukup mengakomodir kebutuhan saat ini," sambungnya.

Pelatihan Kartu Prakerja

Pemerintah meluncurkan program Kartu Prakerja dengan target utama yakni korban PHK akibat wabah Covid-19. Pendaftaran Kartu Prakerja dibuka   mulai 11 April hingga November 2020. Gelombang pertama pekan lalu, ada 5,96 juta orang yang melakukan registrasi. Dari jumlah itu, 2,78 juta orang lolos untuk melalui proses pengacakan sistem untuk bergabung sebagai peserta gelombang pertama sebanyak 200 ribu orang.  

Sampai Rabu (15/4/2020) sudah ada 4 juta orang yang mendaftar program Kartu Prakerja. Sebanyak 1 juta orang di antaranya sudah terverifikasi.

Para pemegang Kartu Prakerja akan mendapat bantuan dana dengan nilai total Rp3.550.000 yang terdiri dari:

  • Bantuan biaya pelatihan: Rp1.000.000, hanya bisa digunakan untuk mengambil kelas pelatihan kerja.
  • Insentif pelatihan: Rp600.000 x 4 bulan, dicairkan setelah peserta mengikuti pelatihan tahap pertama.
  • Insentif survei: Rp150.000, dicairkan setelah peserta menuntaskan pelatihan dan mengisi survei evaluasi.

Menurut Direktur Eksekutif Kartu Prakerja Denni Purbasari, saat ini sudah ada 900 jenis pelatihan kerja yang bisa diikuti secara online.

Pelatihannya diselenggarakan oleh ratusan lembaga berbeda, mulai dari balai pelatihan pemerintah, lembaga kursus swasta, sekolah perhotelan, sampai perusahaan dari berbagai sektor.

Berikut beberapa contoh kelas di program Kartu Prakerja beserta biaya belajarnya.


Junior Web Developer: Rp1.000.000

Kelas Junior Web Developer diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Karya Mandiri.

Menurut lansiran situs Kementerian Ketenagakerjaan, kelas ini akan mengajarkan skill atau kemampuan bekerja sebagai Junior Web Programmer di lingkungan kantor pemerintah maupun industri.

Kompetensi yang diajarkan meliputi Implementasi User Interface, sampai Implementasi Pemrograman Terstruktur.


Bahasa Inggris Percakapan, Grammar, TOEFL, IELTS: Rp1.000.000

Kelas bahasa Inggris ini diselenggarakan oleh Skill Academy Ruangguru.

Menurut situs resminya, kelas ini akan mengajarkan kemahiran bahasa Inggris untuk tujuan pemasaran sampai melamar beasiswa di luar negeri.


Manajemen Warung Kopi: Rp300.000

Kelas ini diselenggarakan oleh startup Sekolahmu dan Gordi, sebuah kafe kopi di kawasan Jakarta Selatan.

Menurut situs resminya, kelas ini mengajarkan manajemen usaha kopi, mulai dari memahami rantai pasokan industrinya, membuat perencanaan Business Model Canvas, sampai perhitungan keuangan dalam bisnis kopi.


Dari Bisnis Kuliner sampai Masker Covid-19

Selain yang sudah disebut di atas, ada juga ratusan kelas lain yang mengajarkan beragam skill, seperti pelatihan masak untuk membuka bisnis kuliner, sampai pelatihan membuat dan menjual masker pencegahan Covid-19.

Berbagai pelatihan itu dipatok dengan harga berbeda-beda, tergantung bobot materi dan kurikulumnya.

Dengan bantuan dana Rp1 juta dari pemerintah, penerima Kartu Prakerja bisa mengambil beberapa pelatihan sekaligus sesuai minat dan bakat masing-masing. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7