IDI: Idealnya Ada 10 Ribu Tes Covid-19 per Hari

Tapi kenyataannya, Indonesia baru bisa melakukan sekitar 950 tes per hari.

BERITA | NASIONAL

Senin, 20 Apr 2020 15:43 WIB

Author

Resky Novianto, Lea Citra

IDI: Idealnya Ada 10 Ribu Tes Covid-19 per Hari

Tes cepat Covid-19 di Kampung Banjaragung, Serang, Banten, Senin (20/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Jumlah tes COVID-19 di Indonesia idealnya 10.000 per hari. Namun, selama Maret sampai pertengahan April 2020, Indonesia baru bisa melakukan kurang dari 950 tes per hari. 

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi berharap pemerintah bisa meningkatkan kapasitas tes COVID-19 dengan alat dari luar negeri.

"Ada reagen (alat tes) yang didatangkan dari luar negeri ya, kita harapkan ini terdistribusi ke center-center yang infonya kan ada 78 center, ini bisa dimanfaatkan semua dengan hasil paling tidak seperti halnya di Korea, 10 ribu tes per hari itu bisa kita dapatkan," kata Adib saat dihubungi KBR, Senin (20/4/2020).

"Sehingga, umpamanya kalau dalam deteksi dini cepatnya kita bisa mendapatkan hasil cepat dan massal, maka proses untuk kemudian tracing contact, kemudian surveillance, epidemiologi, kemudian proses isolasi bisa cepat kita lakukan," lanjutnya.


Tes Massal Kunci Atasi COVID-19

Adib menegaskan tes massal merupakan salah satu kunci penanganan virus korona jenis baru. Namun, tes itu perlu dilakukan dengan alat polymerase chain reaction (PCR) yang validitasnya paling tinggi, bukan dengan alat lain yang kualitasnya rendah.

"Karena kalau hasilnya (tes) seminggu, itu kan ada fase kontak kemana-mana. Atau satu minggu yang ada dia nunggu hasil PCR saja, itu kan tidak efisien. Karena, ruang rawat pun bisa dipakai untuk orang lain yang lebih membutuhkan," kata Adib.

Adib mendorong Satgas COVID-19 agar membuka lebih banyak pusat pemeriksaan PCR serta mempercepat proses tesnya. 

"Jadi ada proses yang menjadi lebih penting itu adalah pemeriksaan rapid test bisa dilakukan di tempat yang lebih banyak dan kemudian hasilnya bisa lebih cepat," tuturnya.

"Dengan ada center yang lebih banyak, semua minimal PDP, ODP diperiksa berapa yang positif, terus tracing contact dengan PDP dan ODP ini kita periksa. Semua tenaga medis diperiksa. Kita berusaha memutus mata rantai ini lho ya, karena tenaga medis melayani pasien lain, kontak pasien, dan lain-lain makannya bisa jadi juga sumber penularan," tukas Adib.

Hampir 50 Ribu Spesimen Diperiksa

Hari ini jumlah pasien positif virus korona di Indonesia mencapai 6.760 orang. Dari jumlah itu, 747 orang sembuh, 590 lainnya meninggal. 

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengklaim sudah ada 49.767 ribu spesimen diperiksa. Kata dia, dalam waktu dekat Gugus Tugas akan mengoptimalkan laboratorium yang ada untuk pemeriksaan massal. 

"Kita laporkan kinerja pemeriksaan laboratorium, sebagai berikut, 36 laboratorium sudah bekerja dengan aktif. Dan kemudian hari ini setelah pukul 12 akan menjadi lebih banyak lagi, seiring dengan telah diterimanya 20.000 tes lebih yang kita terima kemarin," paparnya, Senin (20/04/2020). 

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Dorong Penggunaan Medis, PBB Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya

Liburan di Rumah Aja! #coronamasihada

Eps9. Bijak Energi

Menanti Nasib Ekspor Benur

Kabar Baru Jam 7