BI: Utang Luar Negeri Tembus 6 Kuadriliun Rupiah pada Februari 2020

"Pada Februari 2020, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9 persen atau melambat dari 7,7 persen dibanding Januari 2020,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 15 Apr 2020 11:49 WIB

Author

Sadida Hafsyah

BI: Utang Luar Negeri Tembus 6 Kuadriliun Rupiah pada Februari 2020

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Bank Indonesia (BI) mengungkapkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2020 mencapai US$ 407,5 miliar atau setara Rp 6,373 kuadriliun.  Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko pada keterangan tertulisnya menyebut posisi ULN kali ini tumbuh 5,4 persen secara tahunan, tetapi melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang naik 7,6 persen.

"ULN pada akhir Februari 2020 terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar 203,3 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar 204,2 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut terutama didorong oleh perlambatan ULN publik," jelas Onny, Rabu (15/04/20).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko merincikan ULN pemerintah tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Pandemi COVI-19 menjadi salah satu yang mempengaruhinya, yang kemudian mendorong arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

ULN dikelola terutama untuk pembelanjaan pemerintah pada sektor prioritas, di antaranya sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4 persen) dan sektor pendidikan (16,3 persen).

"Posisi ULN pemerintah pada akhir Februari 2020 sebesar 200,6 miliar dolar AS atau tumbuh 5,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 9,5% (yoy)," sebutnya.

Untuk ULN swasta, BI menyatakan pertumbuhannya stabil. Yakni pada Februari 2020, ULN swasta tumbuh 5,9 persen,  relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar yang mencapai 77,4 persen dari totalnya yaitu sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan. Pada Februari 2020, ULN perusahaan bukan lembaga keuangan tumbuh sebesar 6,9 persen atau melambat dari 7,7 persen dibanding Januari 2020," tambah Oni.

BI mengklaim struktur ULN Indonesia secara keseluruhan tetap sehat, karena menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

"Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Februari 2020 sebesar 35,9%, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 36,3%. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,2% dari total ULN," tutupnya.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Bersiap Gelar Liga 1 dan IBL di Tengah Pandemi