26 Juta Warganya Kehilangan Kerja, Ini yang Dilakukan Amerika

AS memberi tunjangan pengangguran cukup besar. Mereka juga berupaya mencegah PHK dengan membantu perusahaan menggaji karyawannya.

BERITA | INTERNASIONAL

Jumat, 24 Apr 2020 14:42 WIB

Author

Adi Ahdiat

26 Juta Warganya Kehilangan Kerja, Ini yang Dilakukan Amerika

Presiden AS Donald Trump saat rapat penanganan pandemi Covid-19 di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (14/4/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat banyak warga Amerika Serikat (AS) kehilangan pekerjaan.

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dihimpun National Public Radio (NPR), selama periode akhir Maret-April 2020 total klaim asuransi pengangguran di sana sudah mencapai 26 juta orang.

Pengangguran baru itu berasal dari banyak sektor mulai dari pariwisata, energi, sampai jasa profesional seperti pengacara, akuntan, dan konsultan.


Tunjangan Pengangguran Besar

Warga AS yang kehilangan pekerjaan menerima bantuan biaya hidup cukup besar dari negaranya.

“Departemen Tenaga Kerja AS terus memberi dukungan kepada negara-negara bagian AS dalam mengimplementasikan tunjangan pengangguran," kata mereka dalam siaran persnya, Kamis (23/4/2020).

"Sebanyak 44 negara bagian AS sekarang membayarkan tunjangan pengangguran tambahan $600 (sekitar Rp9 juta) per minggu," lanjutnya.

Menurut perhitungan New York Times, tunjangan pengangguran itu umumnya mampu menutupi kebutuhan hidup mingguan warga AS, sama seperti ketika mereka masih bekerja.


Program Perlindungan Gaji

Selain tunjangan pengangguran, pemerintah AS juga berupaya mencegah gelombang PHK di negerinya lewat Paycheck Protection Program atau Program Perlindungan Gaji.

Program ini berwujud pemberian utang bagi badan usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Tapi, jika digunakan dengan 'benar', utang itu tidak harus dibayar.

"(Program ini) memberi pinjaman bagi bisnis kecil dalam menyediakan delapan minggu gaji agar karyawan mereka tetap bekerja," jelas Badan Administrasi Bisnis Kecil AS di siaran persnya.

"Akan ada pengampunan pinjaman selama dana itu digunakan untuk menggaji karyawan atau pengeluaran usaha lainnya,” tegas mereka.


Berita Terkait:

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste