Jelang Debat Kelima, 25 Bidang Usaha Terbuka 100 Persen untuk Investor Asing

Menurut Menko Perekonomian, kebijakan investasi baru ini diharapkan bisa menyelesaikan masalah defisit neraca pembayaran, perlambatan ekspor, ketergantungan impor, serta mahalnya biaya logistik.

RUANG PUBLIK , BERITA , NASIONAL

Senin, 08 Apr 2019 18:51 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jelang Debat Kelima, 25 Bidang Usaha Terbuka 100 Persen untuk Investor Asing

Jembatan gantung Situ Gunung, Sukabumi. Dengan kebijakan DNI baru pengusahaan pariwisata kawasan hutan bisa 100 persen dipegang investor asing (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi/wsj).

KBR, Jakarta - Debat Capres ronde terakhir akan digelar di Jakarta, hari Sabtu mendatang (13/4/2019) dengan tema seputar ekonomi, kesejahteraan sosial, industri, keuangan, serta investasi.

Terkait tema-tema tersebut, pada bulan November 2018 lalu pemerintah petahana sudah sempat mengumumkan penerbitan Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang berisi Daftar Negatif Investasi (DNI) baru.

Kebijakan DNI baru menetapkan ada 25 sektor usaha yang terbuka penuh bagi investor asing.

Sebelumnya, 25 bidang usaha ini hanya mengizinkan kepemilikan saham asing sebesar 49 – 95 persen. Namun sekarang, investor asing bisa menanamkan modalnya hingga 100 persen. Berikut rincian bidang usahanya:


Sektor Pariwisata

1. Galeri Seni

2. Galeri Pertunjukan Seni


Sektor Kesehatan

1. Industri farmasi obat jadi

2. Fasilitas pelayanan akupuntur

3. Pelayanan pest control/fumigasi


Sektor Kehutanan

1. Pengusahaan pariwisata alam berupa pengusahaan sarana, kegiatan, dan jasa ekowisata di dalam kawasan hutan


Sektor ESDM

1. Jasa konstruksi migas

2. Jasa survei panas bumi

3. Jasa pemboran migas di laut

4. Jasa pemboran panas bumi

5. Jasa pengoperasian dan pemeliharaan panas bumi

6. Pembangkit listrik >10 MW

7. Pemeriksaan dan pengajuan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik atau pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi


Sektor Perhubungan

1. Angkutan orang dengan moda darat tidak dalam trayek, angkutan pariwisata dan angkutan jurusan tertentu Sektor Perhubungan

2. Angkutan moda laut luar negeri untuk penumpang (tidak termasuk cabotage) Sektor Perhubungan


Sektor Ketenagakerjaan

1. Pelatihan kerja (memberi, memperoleh, meningkatan, mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja antara lain meliputi bidang kejuruan teknik dan engineering, tata niaga, bahasa, pariwisata, manajemen, teknologi informasi, seni dan pertanian yang diarahkan untuk membekali angkatan kerja memasuki dunia kerja)


Sektor Perdagangan

1. Jasa survei dan penelitian pasar


Sektor Kominfo

1. Jasa sistem komunikasi data

2. Penyelenggarakan jaringan telekomunikasi tetap

3. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak

4. Penyelenggaraan jasa telekomunikasi layanan content

5. Pusat layanan informasi atau call center dan jasa nilai tambah telepon lainnya

6. Jasa akses internet

7. Jasa internet telepon untuk kepentingan publik

8. Jasa interkoneksi internet (NAP), jasa multimedia lainnya


DNI Diharapkan Menyelesaikan Masalah Ekonomi Nasional

Menurut keterangan dalam Lampiran Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang dirilis Kemenko Bidang Perekonomian (16/11/2018), penyusunan DNI baru ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik, daya saing, serta mempercepat peningkatan dan perluasan investasi langsung (foreign direct investment/FDI).

Kebijakan DNI baru ini juga diharapkan bisa menyelesaikan secara fundamental beberapa masalah utama perekonomian nasional. Mulai dari defisit neraca pembayaran, perlambatan ekspor, ketergantungan impor, dan mahalnya biaya logistik.

(Sumber: Lampiran Paket Kebijakan Ekonomi Tahap XVI, Kemenko Bidang Perekonomian, November 2018)

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17