Share This

Hentikan Perang di Papua!

Di negara yang katanya beradab ini, masih ada yang bangga dengan perang dan pertumpahan darah. Sementara, perang adalah menumpas dan menghilangkan nyawa.

OPINI , EDITORIAL

Rabu, 04 Apr 2018 10:11 WIB

Ilustrasi: Papua

Ilustrasi: Papua

Korban kembali berjatuhan ketika dua pihak bertikai senjata di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Akhir pekan lalu, kelompok TNI dan kelompok Papua Merdeka  terlibat baku tembak.

Masing-masing pihak mengklaim merasa benar dengan tindakannya. TNI menganggap kelompok Papua Merdeka sebagai kelompok kriminal dan separatis yang pantas ditumpas. Sementara kelompok yang mengatasnamakan tentara pembebasan Papua Barat mengklaim perang itu untuk menuntut hak warga Papua dan meminta penutupan perusahaan tambang emas Freeport.

Apakah perang menyelesaikan masalah di Papua? Sejak bertahun-tahun lalu, konflik di Papua penuh diwarnai adu senjata, tumpahan darah dan hilangnya nyawa. Toh, masalah Papua tak kunjung selesai. Lalu apa artinya perang di tanah Papua?

Perang di Papua tak ada artinya kecuali hanya adu egoisme, pamer kegagahan, bisnis keamanan serta keinginan mendominasi dan memaksa pihak lain tunduk dengan tuntutan. Di negara yang katanya beradab ini, masih ada yang bangga dengan perang dan pertumpahan darah. Sementara, perang adalah menumpas dan menghilangkan nyawa.

Menciptakan perdamaian dengan perang hanyalah omong kosong, apalagi dengan sesama saudara. Karena itu, hentikan perang di Papua. Sudah terlalu banyak darah berceceran di wilayah ini. Sudah cukup menderita rakyat Papua dengan ketakutan, karena tidak adanya jaminan keamanan.

TNI hanyalah alat dari penguasa. Karena itu, pemerintah harus segera menghentikan perang di Papua. Selesaikan masalah di Papua secara bermartabat, sama-sama menjaga harga diri pihak lain. Tidak ada selesai jika masing-masing pihak ngotot dengan keinginannya tanpa ada kompromi. Papua tidak akan damai jika terus perang.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.