Usai Salat Subuh, Penyidik KPK Novel Baswedan Diserang

"Tiba-tiba nyiram pakai air keras, kena mata sebelah kiri. Kemudian karena tidak bisa melihat, dia lari ke rumahnya cari air,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 11 Apr 2017 08:27 WIB

Author

Eli Kamilah

Usai Salat Subuh, Penyidik KPK Novel Baswedan Diserang

Penyidik KPK Novel Baswedan. (Sumber: Medsos)


KBR, Jakarta- Penyidik KPK Novel Baswedan masih dirawat intensif di rumah sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara. Wajah Novel disiram air keras oleh seseorang setelah salat subuh berjamaah. Menurut Penasehat Wadah Pegawai (WP) KPK, Faisal, pelaku yang mengendarai sepeda motor menyiramkan air keras dan langsung kabur.

Kata Faisal, penyidik senior itu terluka di bagian wajah, terutama mata kiri.

"Itu di sebelah kiri terkena air keras. Itu dua rumah dari rumahnya, pulang salat subuh kemarin, ada motor lewat. Kemudian tiba-tiba nyiram pakai air keras, kena mata sebelah kiri. Kemudian karena tidak bisa melihat, dia lari ke rumahnya cari air," ujarnya kepada KBR, Selasa (11/4/2017).

Faisal menambahkan saat pulang ke rumah, kepala Novel sempat terluka karena terbentur dinding.

"Karena tidak melihat, kepalanya, jidatnya terbentur, jadi agak benjol," ungkapnya.

Faisal tidak mengetahui berapa jumlah pelaku. WP juga sudah menyampaikan kepada pemimpin  KPK untuk memberikan penjagaan kepolisian, baik di rumah sakit maupun rumah Novel.

"Kami sudah sampaikan ke pimpinan. Kami belum tahu pimpinan mau mengambil sikap apa. Kalau dari kami ya harus ada pengawalan," tuturnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik