Dokter Khawatir Petani Peserta Aksi Kubur Diri Alami Dehidrasi

Dokter dari Dompet Dhuafa, Pradipta Suarsah mengatakan tim medis terus memantau kondisi kesehatan petani yang mengikuti aksi secara berkala.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 25 Apr 2017 22:44 WIB

Author

Eli Kamilah

Dokter Khawatir Petani Peserta Aksi Kubur Diri Alami Dehidrasi

Sejumlah petani Telukjambe menggelar aksi kubur diri di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/4/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Tim dokter terus memantau kondisi lima orang petani asal Telukjambe, Kabupaten Karawang Jawa Barat yang melakukan aksi mengubur diri di depan Istana Merdeka, Jakarta. Para petani berusia 35-40 tahun.

Ketua Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu (STTB), Maman Nuryawan mengatakan tim dokter dari Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih mendampingi lima orang petani yang mengubur diri dalam peti kayu. Selain dari RSIJCP, peserta aksi juga diawasi tim medis dari Yayasan Dompet Dhuafa.

"Kegiatan kubur diri ini inisiatif rekan-rekan petani. Kami juga sudah konsultasi dengan Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah," kata Maman Nuryawan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Mereka menggelar aksi kubur diri sebagai bentuk protes atas berlarut-larutnya konflik lahan antara ratusan petani di Karawang dengan perusahaan properti PT Pertiwi Lestari. Ratusan warga korban konflik terusir dari lahan mereka, sejak lahan pertanian mereka diambil paksa perusahaan itu pada 2016 lalu.
 
Baca juga:


Pantauan dari tim medis Yayasan Dompet Dhuafa menyebutkan kondisi lima orang petani itu masih stabil. Dokter dari Dompet Dhuafa, Pradipta Suarsah mengatakan tim medis terus memantau kondisi kesehatan petani yang mengikuti aksi secara berkala. Pemeriksaan terutama bagian tubuh dari leher hingga kaki, yang berada dalam peti kayu dengan ditutupi pasir.

Pradipta menyebut peserta aksi kubur diri bisa bertahan lima hingga enam jam, asalkan terus menerus diberikan cairan yang cukup dan asupan makanan yang mengandung energi.

Meski begitu, ia khawatir kondisi cuaca yang panas di Jakarta membuat lima petani aksi kubur diri mengalami dehidrasi.

"Khawatir tidak tahan, pingsan dan lain-lain. Asupan makan dan minum untuk energi tidak lebih dari lima jam," kata Pradipta.

Lima petani asal Telukjambe, Karawang, menggelar aksi kubur diri sejak Selasa (25/4/2017) mulai pukul 08.30 WIB. Mereka berencana menggelar aksi sampai ada perwakilan pemerintah menemui mereka.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber