Tidak Dapat Undangan Memilih, Pemilih di Jayapura Golput

Puluhan warga di wilayah Abepura, Kota Jayapura, Papua tidak memberikan hak suaranya dalam pemilu legislatif kali ini. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) tampak sepi. Sejumlah warga yang ditemui mengaku, absen memberi

BERITA

Rabu, 09 Apr 2014 18:07 WIB

Author

Andi Iriani

Tidak Dapat Undangan Memilih, Pemilih di Jayapura Golput

Undangan Memilih, Pemilih di Jayapura, Golput

KBR68H, Jayapura – Puluhan warga di wilayah Abepura, Kota Jayapura, Papua tidak memberikan hak suaranya dalam pemilu legislatif kali ini. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) tampak sepi. Sejumlah warga yang ditemui mengaku, absen memberikan suaranya alias golput lantaran tidak mendapat undangan mencoblos.

Salah seorang warga bernama Zaidah, mengaku heran karena ia tidak mendapat undangan mencoblos. Padahal tetangga sekitarnya sebagian besar mendapatkan undangan.

“Tidak ada kartu undangan, cari nama juga tidak ada. Bawa KTP tapi mereka bilang harus cari nomor. Bingung mau cari nomor dimana lagi. Jadi terpaksa tidak memilih,” tutur ibu yang sudah lima tahun tinggal di kompleks Perumahan Grand Kotaraja ini.

Hal senada juga diungkapkan Nur Kumkelo, warga Jalan Kokas, Abepura. Ia mengaku kesal karena tidak bisa memilih lantaran tidak mendapatkan undangan, dan dipersulit saat hendak mencoblos dengan menggunakan KTP.

“Saya sudah tunggu lama tapi ternyata yang pakai KTP tidak bisa langsung juga. Harus keliling cari nama di beberapa TPS. Karena saya capek keliling tidak ada, akhirnya saya pulang ke rumah saja,” kesalnya.

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)  di TPS 08 Grand, Kelurahan Kota Baru Kotaraja, Iskandar mengakui, banyak warga di kompleks tersebut tidak memperoleh undangan. Karena mereka, sesuai KTP, terdaftar di TPS lain.

“Ya kita tidak kasih undangan karena sesuai KTP mereka tidak terdaftar sebagai warga disini,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe beserta istri dan keluarganya tadi pagi mencoblos di TPS 18 Kelurahan Argapura. Ia berharap warga Papua tak luput untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Harapannya ya mudah mudahan orang papua bisa menyalurkan aspirasi kehendaknya untuk menempatkan wakil rakyat yang peduli dengan pembangunan di Papua,” harapnya.

Lukas mengaku, ia juga telah memerintahkan para bupati untuk tetap berada di tempat memantau perkembangan proses pemilihan hingga penghitungan suara.

Soal keamanan selama pemilu, Lukas mengatakan Provinsi Papua relatif aman.  

“Kami pemerintah dan TNI Polri berusaha minimalisir gejolak yag terjadi. Mungkin  ketidakpuasan. Tapi intinya seluruh berjalan dengan baik mungkin di Yahukimo ada penundaan. Hasilnya mungkin kita akan mengetahui tiga hingga empat hari ke depan,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di Kota Jayapura, hingga sore ini situasi keamanan masih berjalan normal. Proses penghitungan suara juga masih berlangsung di tiap tiap TPS. Untuk Kota Jayapura setidaknya ada 144.750 DPT dan 348 TPS.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aparat diminta Tingkatan Kualitas Pengamanan Pejabat Negara