Tentukan Pemenang Konvensi, Demokrat Gunakan Hasil Survei

KBR68H, Jakarta - Partai Demokrat akan menggunakan hasil berbagai lembaga survei untuk menentukan pemenang konvensi calon presiden.

BERITA

Jumat, 18 Apr 2014 22:40 WIB

Author

Ninik

Tentukan Pemenang Konvensi, Demokrat Gunakan Hasil Survei

partai demokrat, capres, konvensi, lembaga survei

KBR68H, Jakarta - Partai Demokrat akan menggunakan hasil berbagai lembaga survei untuk menentukan pemenang konvensi calon presiden. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan, lembaga survei bisa menunjukkan tingkat elektabilitas kesebelas peserta konvensi. (Baca: PD Ogah Koalisi dengan Partai Tiga Besar)

Menurutnya, peserta konvensi yang memiliki tingkat elektabilitas atau tingkat keterpilihan  tertinggi, akan menjadi pemenang. Untuk itu, Partai Demokrat meminta para peserta konvensi berlomba-lomba meraih simpati rakyat. Rencananya, pemenang konvensi akan diumumkan akhir bulan ini.

"Itu tergantung mereka, yang meningkatkan itu mereka sendiri, jadi diajak mereka supaya meningkatkan elektabilitas dengan cara bagaimana mengkampanyekan diri mereka ke rakyat. Kalau kita kan tidak bisa ditanya soal begitu karena itu bukan meningkatkan caleg, tapi itu kan capres dari konvensi. Itu nanti dihasilkanoleh survei, siapa yang paling tinggi nanti akan diumumkan pada ya, tinggal beberapa hari lagi lah, gitu," kata Max Sopacua, (18/4).

Wakil Ketua umum Partai Demokrat, Max Sopacua menambahkan, partainya mengakui tingkat elektabilitas kesebelas peserta konvensi masih rendah. Menurutnya, Dahlan Iskan saat ini memiliki elektabilitas paling tinggi. Sementara, Pramono Edhie dan Gita Wiryawan juga mulai meningkat.

Max Sopacua menegaskan, sampai saat ini partainya masih tetap fokus mengusung calon presiden sesuai dengan tujuan diadakannya konvensi. Namun, Max mengisyaratkan kemungkinan perubahan, bergantung pada berbagai pertimbangan termasuk tingkat elektabilitas pemenang konvensi.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Hutan dan Sabana Gunung Rinjani Terbakar

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7