Satpol PP Jakarta Copoti Alat Peraga Kampanye Pada Malam Hari

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) menargetkan atribut partai politik yang masih terpasang akan bersih sebelum pencoblosan.

BERITA

Senin, 07 Apr 2014 12:32 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Satpol PP Jakarta Copoti Alat Peraga Kampanye Pada Malam Hari

Penertiban alat peraga kampanye, masa tenang, satpol PP

KBR68H, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) menargetkan atribut partai politik yang masih terpasang akan bersih sebelum pencoblosan. Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadisantoso mengatakan pihaknya sudah membersihkan atribut tersebut sejak semalam. Kata Kukuh pembersihan alat peraga kampanye akan dilanjutkan nanti malam.


"Dimulai pukul 5.00 kemarin malam. Sampai pukul 00.00 semalam. Apabila tidak diturunkan diturunkan maka Bawaslu akan merekomendasikan kepada satpol PP untuk menurutnkan sampai jam 12.00 malam tadi hingga nanti sore. Hingga nanti malam bergerak terus. Iya mulai semalem kami turunkan bendera parpol. Kalau yang gede-gede itu nanti malam mungkin. Kalau sekarang kan masih siang mengundang orang menonton," ujar Kukuh di Balai Kota.


Di kawasan Utan Kayu, Satpol PP juga membersihkan alat peraga kampanye yang berada di ruang publik. Selain petugas, juga ada warga yang membersihkan alat peraga kampanye.


Bawaslu memberi batas waktu kepada partai politik untuk mencopot atribut partai hingga hari ini. Menurut pengamatan Bawaslu hingga kini masih banyak atribut partai yang terpasang, dan akan dicatat sebagai pelanggaran. Untuk itu pihaknya menyerahkan pelanggaran tersebut kepada Komisi Pemilihan Umum untuk memberikan sanksi kepada parpol. Bawaslu menggandeng Satpol PP untuk mecabut paksa atribut yang masih menempel dijalanan ibu kota.(baca : Perludem : Jangan Pilih Partai Pelanggar Masa Tenang)


Editor : Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN