Rekapituasli Suara Pemilu Luar Negeri Molor

Rekapituasi suara Pemilu Legislatif di luar negeri molor

BERITA

Sabtu, 19 Apr 2014 20:32 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Rekapituasli Suara Pemilu Luar Negeri Molor

pemilu, luar negeri, rekapitulasi

KBR68H, Jakarta - Rekapituasi suara Pemilu Legislatif di luar negeri molor dari jadwal yang ditentukan. Padahal Kelompok Kerja Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) menyatakan jika jadwal rekapitulasi selesai kemarin. Ketua Kelompok Kerja PPLN, Wahid Supriyadi mengatakan, molornya rekapitulasi ini disebabkan masih menunggu rekapitulasi surat suara di 30-an lebih PPLN yang menggunakan sistem drop box dan pos. Kata dia, wilayah yang menggunakan sistem itu di antaranya Malaysia, Taipe dan Seoul. Ia pun tidak bisa memastikan berapa jumlah sisa surat suara yang belum direkapitulasi.

"Yang pertama itu Taipe. Taipe itu 212.534 DPPLN-nya, kemudian diikuti oleh Kucing 98.540, kemudian Bandar Seri Begawan 45.505 dan Seoul 34.302. Ini saya beri contoh empat saja yang cukup besar DPPLN-nya, ini tidak seluruhnya datang juga. Tapi ini menunjukkan banyak suara yang berasal dari drop box dan pos, karena memang sebagian besar dari drop box dan pos," kata Wahid kepada KBR68H.

Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemungutan Luar Negeri, Wahid Supriyadi. Hingga saat ini total surat suara yang masuk baru mencapai 300-an ribu atau tingkat partisipasi baru mencapai 16 persen yang berasal dari 80-an lebih PPLN. Perhitungan suara sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) masih menduduki peringkat pertama dengan persentase 26 persen. Kemudian disusul pada posisi kedua adalah PKS dengan persentase 16 persen dan pada posisi ketiga Golkar dengan persentase 16 persen. Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemungutan Luar Negeri, Wahid Supriyadi menargetkan perhitungan suara bakal selesai besok.


Editor: Taufik Wijaya

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11