Share This

Pasangan Ridho-Bachtiar Unggul di Pilkada Lampung

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung Ridho Ficardo-Bachtiar Basri unggul telak dalam versi hitung cepat Rakata Institute. Pasangan yang diusung Partai Demokrat itu unggul dari tiga pasangan calon lainnya.

NUSANTARA

Kamis, 10 Apr 2014 13:04 WIB

pilkada lampung

KBR68H, Bandarlampung - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung Ridho Ficardo-Bachtiar Basri unggul telak dalam versi hitung cepat Rakata Institute. Pasangan yang diusung Partai Demokrat itu unggul dari tiga pasangan calon lainnya. 


Sampai Kamis pagi (10/4), Rakata Institute telah mendata 90.67 persen suara yang masuk dari 268 TPS di Lampung. Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto mengatakan pasangan Ridho Ficardo memperoleh 43.36 persen suara. Sementara Herman 33.37 persen, Berlian Tihang 14.71 persen dan Alzier Dianis Tabrani 7.56 persen.


"Data yang masuk memang mengalami keterlambatan karena ada 5 surat suara yang harus dihitung," kata Eko Kuswanto.


Eko Kuswanto menambahkan keterlambatan disebabkan proses perhitungan suara yang tidak serempak. Sebagian TPS ada yang mengutamakan penghitungan hasil pilkada, sedang banyak TPS lain mengutamakan penghitungan hasil pemungutan suara pemilu legislatif. 


Editor: Antonius Eko 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.