Partisipasi Pileg Melonjak 100 Persen di Sejumlah Negara

KBR68H, Jakarta - Kelompok Kerja Panitia Pemungutan Luar Negeri (Pokja PPLN) mengklaim partisipasi pemilihan umum legislatif di sejumlah negara naik hingga lebih dari 100 persen. Negara itu di antaranya di Tiongkok dan Sudan.

BERITA

Jumat, 11 Apr 2014 13:49 WIB

Author

Abu Pane

Partisipasi Pileg Melonjak 100 Persen di Sejumlah Negara

pemilu, luar negeri

KBR68H, Jakarta - Kelompok Kerja Panitia Pemungutan Luar Negeri (Pokja PPLN) mengklaim partisipasi pemilihan umum legislatif di sejumlah negara naik hingga lebih dari 100 persen. Negara itu di antaranya di Tiongkok dan Sudan.

Ketua Pokja PPLN Wahid Supriyadi mengatakan partisipasi pemilu di Sudan mencapai 88,3 persen. Negara lain, di Aman mencapai 41,7 persen. Padahal jumlah partisipasi pemilih di luar negeri pada Pemilu 2009 lalu, hanya berada di kisaran 22 persen.

"Trend di beberapa perwakilan cukup bagus kalau dilihat dari kehadirannya ya. Memang masih ada yang berada di bawah target. Tapi itu belum di hitung dengan suara per pos ya. Kita lihat juga misalnya di Beijing. Beijing itu belum dihitung suara yang dikirim lewat pos, sudah 25 persen. Artinya nanti ada peningkatan.Tapi ada beberapa yang naik cukup lumayan, seperti Sudan sudah 88, 3 persen. Artinya itu sudah di atas Pemilu sebelumnya," kata Wahid di Jakarta, Jumat (11/4).

Wahid Supriyadi menambahkan dengan peningkatan partisipasi ini, bisa dikatakan jika angka golput di luar negeri berkurang. Ini disebabkan kebijakan memajukan waktu Pemilu di luar negeri.

Dia mengatakan di 2009 lalu, Pemilu di dalam dan luar negeri dilakukan serentak. Sementara tahun ini Pemilu di luar negeri dilakukan lebih cepat, yakni seminggu sebelum Pemilu dalam negeri dilaksanakan.

Meski begitu Wahid masih kecewa, sebab Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di luar negeri belum semuanya bisa ikut memilih. Mereka tidak mendapat izin dari majikan masing-masing.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini