KPU Jabar Gelar Pleno Ulang Daftar Pemilih

KBR68H, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan menggelar rapat pleno ulang jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah saat proses rekapitulasi suara di KPU pusat

BERITA

Selasa, 29 Apr 2014 10:24 WIB

Author

Arie Nugraha

KPU Jabar Gelar Pleno Ulang Daftar Pemilih

kpu, jabar, pleno

KBR68H, Bandung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat akan menggelar rapat pleno ulang jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah saat proses rekapitulasi suara di KPU pusat.

Jumlah data DPT di Jawa Barat yang bermasalah tersebut akibat tidak bekerjanya formula penjumlahan di perangkat lunak komputer di 3 daerah yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Banjar.

Menurut Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat, akibat masalah teknis itu KPU pusat harus menghentikan proses rekapitulasi suara dan harus segera direvisi.

" Rumus penghitungan tiba-tiba tidak bekerja. Sehingga jumlahnya jadi tidak sesuai. Misalnya 2 + 2 harusnya empat. Ini tidak. Tidak sesuai itu saja soal data pemilih. Pertama data pemilih itu kemudian berdasarkan data pemilih itu kita memeriksa lagi," ujarnya di kantor KPU Jawa Barat, jalan Garut, Bandung.

Yayat Hidayat mengatakan, saat ini yang telah revisi yang telah dirampungkan yaitu Daftar pemilih Tetap (DPT) untuk raihan suara DPR RI. Sementara untuk revisi DPT untuk raihan suara DPR provinsi tengah dilakukan.

KPU Jawa Barat menyatakan Bahwa Rabu (30/1) besok hasil revisi jumlah DPT akan disampaikan kepada seluruh partai politik dan saksi calon legislator dalam rapat pleno DPT ulang.


Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10