Kesalahan Administratif Warnai Penghitungan Suara Luar Negeri

KPU pusat menyatakan rekapitulasi suara pemilu luar negeri terkendala oleh banyaknya kesalahan administrasi mengenai data pemilih.

BERITA

Kamis, 24 Apr 2014 11:41 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Kesalahan Administratif Warnai Penghitungan Suara Luar Negeri

Dapil luar negeri, rekapitulasi, KPU Pusat

KBR68H, Jakarta - KPU pusat menyatakan rekapitulasi suara pemilu luar negeri terkendala oleh banyaknya kesalahan administrasi mengenai data pemilih. Ketua KPU pusat, Husni Kamil Manik mengatakan, kesalahan hitung ini membuat proses rekapitulasi berjalan lama. Salah satu bentuk kesalahan hitung berupa data surat suara terpakai di Abuja, Nigeria yang lebih banyak daripada jumlah pemilih yang mencoblos.


"Sepanjang rapat pleno ini diselenggarakan kelihatan yang tidak konsisten dalam penghitungan adalah di lembaran pencatatan dari surat suara. Dengan daftar pemilihnya. Belum ada keberatan atas perolehan suara partainya. Jadi perhitungan partai dihitung lebih akurat dibanding administrasi statistik pemungutan suaranya," kata Husni, Rabu (23/4).


Husni Kamil menambahkan, kesalahan hitung tersebut akan diklarifikasi oleh Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) yang bersangkutan untuk disampaikan dalam pleno.(Baca: 35 Rekap Suara dari Luar Negeri Belum Sampai ke Tanah Air)


Penghitungan suara pemilu di luar negeri dimulai sejk kemarin. KPU beserta Panitia Pemilihan Luar Negeri PPLN dan saksi parpol baru bisa menyelesaikan rekapitulasi suara dari 12 perwakilan di luar negeri. Ini berarti masih ada 118 hasil rekap luar negeri yang masih harus dihitung hingga hari mendatang. 


Editor: Sutami

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?

Kabar Baru Jam 13

Mengimajinasikan Ibu Kota Baru yang Cerdas dan Berkelanjutan (Bagian 2)