WHO: Sudah Ada 50 Kandidat Vaksin Covid-19

Dari seluruh kandidat vaksin Covid-19 yang ada sekarang, ada 2 kandidat yang menunjukkan progres paling tinggi, yakni dari Cina dan Amerika Serikat.

BERITA | INTERNASIONAL

Kamis, 26 Mar 2020 14:49 WIB

Author

Adi Ahdiat

WHO: Sudah Ada 50 Kandidat Vaksin Covid-19

Wujud mikroskopik SARS CoV-2, virus penyebab Covid-19 (ditandai warna kuning). (Foto: NIAID-RML/www.niaid.nih.gov)

KBR, Jakarta- Ilmuwan dari berbagai negara terus berupaya membuat vaksin penangkal Covid-19. Dan sekarang, dunia sudah punya 50 kandidat vaksinnya.

Daftar lengkapnya bisa dilihat di laporan organisasi kesehatan dunia WHO yang dirilis pekan lalu (21/3/2020).

Berdasar laporan WHO, dari seluruh kandidat vaksin Covid-19 yang ada sekarang, ada dua kandidat yang menunjukkan progres paling tinggi, yaitu:

  1. LNP-encapsulated mRNA: dikembangkan oleh Moderna, perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat, dan;
  2. Adenovirus type 5 vector: dikembangkan oleh Cansino Biological Inc, perusahaan bioteknologi asal Cina.

Dua kandidat vaksin itu sudah memasuki tahap Uji Klinis Fase 1, artinya sudah bisa diujicobakan ke manusia dalam skala terbatas.

Sementara 48 kandidat vaksin Covid-19 lainnya masih berada di tahap Pra-Klinis, artinya baru sebatas diteliti di tabung reaksi laboratorium atau di tubuh hewan percobaan.

Berita Terkait: Pembuatan Vaksin Corona Butuh Waktu 18 Bulan

Meski sudah ada banyak kandidat vaksin Covid-19, WHO menegaskan belum ada satupun yang rampung dan layak diedarkan secara massal.

"Dokumen (laporan) ini disusun oleh WHO hanya untuk menginformasikan penanganan global 2019-2020 tentang virus Korona. Produk produk yang tercantum dalam laporan ini tidak boleh dianggap sudah mendapat persetujuan atau pengesahan dari WHO," tegas WHO dalam laporannya.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17