Warga Depok Lawan Stigma Corona

Warga menolak pasrah didera stigma dan diskriminasi akibat kebocoran data pribadi pasien Covid-19

Warga perumahan Studio Alam Indah, Depok, Jawa Barat menggelar senam tera bersama, Minggu (8/3/2020). KBR/Lea Citra

Rabu, 18 Maret 2020

- Warga Depok Lawan Stigma Corona
Klik di sini untuk kisah-kisah menarik lainnya

KBR, Depok - Warga perumahan Studio Alam Indah (SAI), Depok, Jawa Barat menyambut kepulangan tiga pasien yang sembuh dari Covid-19. Mereka adalah pasien 01, 02 dan 03 yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. 

Anis Hidayah, salah seorang warga perumahan SAI mengaku lega dengan kesembuhan tiga tetangganya itu. Pasien 01 dan 03 sembuh lebih dulu dan dipulangkan pada Jumat, 13 Maret 2020 lalu. Tiga hari kemudian, pasien 02 dinyatakan negatif dan boleh pulang. 

“Tidak hanya itu, 4 warga yang sempat kontak langsung dengan pasien, Jumat kemarin juga dinyatakan negatif," ungkap Anis di laman Facebook-nya.

Bagi warga perumahan SAI, kesembuhan tiga pasien itu memberi angin segar. Pasalnya, sejak identitas ketiga warga itu bocor ke publik, warga kompleks banyak mendapat diskriminasi. Perumahan mereka dianggap sebagai sumber wabah Covid-19. 

“Beberapa hari pasca-pengumuman itu order transportasi online, itu sering di-cancel. Kemudian, kalau kemana-mana. Oh ini, ini saya yang Corona itu ya. Kemudian anak-anak sekolah itu, ditanya macem-macem. Oh ini yang Corona, jangan berteman dulu deh," kisah Anis.

Salah satu pembocor informasi pribadi pasien justru Wali Kota Depok Muhammad Idris. Padahal, seharusnya Idris menjaga kerahasiaan data itu demi melindungi privasinya warga.

Anis yang juga dikenal aktivis Migrant Care ini mengatakan banyak informasi keliru beredar di publik tentang pasien maupun lingkungan perumahan. 

“Informasi tentang lingkungan ini juga banyak yang tidak sesuai dengan realita, dan itu disampaikan Wali Kota. Kita sangat menyesalkan. Wali Kota-nya saja, bahkan belum pernah ke sini. Di sini katanya perumahan eksklusif, tidak saling kenal. Yang menjenguk pasien, semua perempuan. Kemudian semua akan diisolasi gitu,” lanjutnya.


Kebocoran data pribadi pasien berdampak besar bagi kondisi warga kompleks SAI.

“Itu mengganggu aktivitas warga, mengganggu hubungan satu dengan yang lain. Dan ini soal daya tahan sosial. Jadi daya tahan sosial masing-masing rumah itu kan beda-beda gitu," ujar Anis.

Namun, warga Studio Alam Indah menolak pasrah didera stigma. Pada Minggu, 8 Maret 2020 lalu, ratusan orang berkumpul menggelar senam tera bersama. Lewat kegiatan ini, warga ingin menunjukkan bahwa mereka sehat dan tidak takut dengan Corona. 

“Kita ingin tunjukkan kepada masyarakat, bahkan mungkin kepada dunia bahwa kita melawan corona itu gak perlu panik. Tetapi bagaimana dengan pola hidup yang sehat, dengan saling bergandengan, saling dukung. Mengajak semua orang untuk berhenti berstigma,” kata Anis.

Gelak tawa dan celoteh anak-anak kompleks Studio Alam Indah makin meramaikan acara. Selain berolah raga, mereka dihibur dengan permainan sulap dan buku-buku bacaan dari perpustakaan keliling. 

Sejumlah warga luar kompleks juga tampak berbaur ikut kumpul bareng.  


Pakar virus Indro Cahyono dihadirkan dalam forum untuk berdialog dengan warga. Indro memberikan pemahaman tentang Corona dan cara tepat untuk menangkalnya. 

“Jika kita paham mengenai sifat virus, tentang sistem kekebalan tubuh, maka kita akan mendapatkan pengetahuan. Pengetahuan akan mengalahkan ketakutan. Logika akan mengalahkan kepanikan. Selama kita bisa belajar, maka kita akan yakin bahwa rakyat Indonesia tetap waspada dan rakyat Indonesia gak takut sama virus Corona,” ujar Indro Cahyono. 

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga memuji inisiatif warga Studio Alam Indah untuk melawan stigma. Inisiatif itu sekaligus sebagai pengingat bagi pemerintah agar melindungi hak-hak warga.

“Warga Studio Alam Indah ini berinisiatif untuk terus menunjukkan bahwa mereka paham persoalan yang ada. Kedua, mereka juga meluruskan berbagai berita. Bahwa mereka adalah warga yang sebenarnya sangat aktif, saya kebetulan ke sini beberapa bulan lalu. Mereka adalah warga yang sangat solid dan mereka warga yang cerdas,” kata Sandra.