Warga Bekasi Cegah Mandiri Covid-19

Warga melakukan sejumlah aksi preventif seiring makin meluasnya penyebaran Covid-19

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Mar 2020 01:20 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

Warga Bekasi Cegah Mandiri Covid-19

Warga perumahan Taman Jatisari Permai, Bekasi, Jawa Barat memasang baliho tentang Covid-19. FOTO/Wiwit Kus Purwanto

KBR, Jakarta - Inisiatif warga dalam pencegahan Covid-19 terus bermunculan, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang masuk zona merah. 

Di Perumahan Taman Jatisari Permai, Bekasi, Jawa Barat, langkah mandiri sudah dimulai warga RT 04/RW 12, Cluster Permata. Ketua RT 04, Wiwit Kus Purwanto mengungkapkan upaya tersebut ditempuh guna merespon kekhawatiran warga, menyusul ada kasus positif Corona di wilayah tetangga.

"Beberapa warga sudah sangat khawatir. Banyak broadcast yang entah itu benar atau tidaknya, tapi pasti menambah orang panik. Kita sebagai pengurus, bagaimana caranya menenangkan. Gimana caranya tetap waspada, tapi jangan terlalu panik juga," kata Wiwit kepada KBR. 

Wiwit bersama dua pengurus RT 04 bergerak cepat menginisiasi penyemprotan massal disinfektan ke area fasilitas umum hingga ke halaman rumah warga. 

Anggarannya diambil dari kas RT ditambah sumbangan masyarakat. Ia mengisahkan betapa sulitnya mengumpulkan bahan-bahan disinfektan lengkap dengan alat pelindung diri (APD).

"Ada yang nyari sarung tangan, masker, jas hujan. Kalau (baju) yang model dokter itu agak susah dan mahal. Kita cari yang paling cepat dan gampang, pakai jas hujan plastik," tutur Wiwit. 

Mereka juga membeli 10 liter cairan penyanitasi tangan untuk dibagikan merata ke 196 keluarga. Namun, ada kendala saat distribusi karena botol-botol untuk menampungnya ikut langka. 

"Kemungkinan semua warga sudah pasti punya hand sanitizer. Siapa yang butuh, silakan disediakan botolnya. Nanti saya akan keliling bersama pengurus dan relawan, membagikannya," kata dia. 

Tak berhenti sampai disitu, RT 04 juga bakal memperkuat pencegahan sejak pintu masuk kompleks. Tiap tamu maupun kendaraan yang akan masuk harus disemprot disinfektan lebih dulu. 

Anggarannya juga dari hasil urun warga yang sudah terkumpul sekitar Rp10 juta. 

"Mencegah di wilayah kita khususnya mulai dari setiap tamu yang datang nanti akan disemprot, kendaraan yang masuk akan disemprot," ujar Wiwit. 

Tim keamanan RT 04 gencar mengimbau warga mematuhi pembatasan sosial dan jaga jarak aman. Menurut Wiwit, warga kooperatif lantaran paham dengan bahaya penyebaran virus Corona.

"Kita bikin juga baliho di depan pos. Setiap minimal dua hari sekali, security keliling untuk mengingatkan warga tetap di rumah, hidup bersih, jaga kesehatan, anak-anak jangan keluar," imbuhnya. 

Inisiatif warga semacam ini tentunya menjadi angin segar bagi upaya penanggulangan wabah baru seperti Covid-19. Apalagi pemerintah tampak kewalahan menahan laju penyebaran kasus yang sudah menjangkau lebih dari 20 provinsi. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menekankan pentingnya pelibatan masyarakat mulai dari level RT dan RW, dalam memutus rantai penularan virus. 

"Kita punya RT/RW yang mungkin selama ini kurang diberdayakan, kita punya kelurahan, kita punya desa yang mungkin juga belum dilibatkan. Kita juga ingin para lurah ini, menunjukkan kualitas kepemimpinannya," kata Doni saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (18/03/2020).

Selain unit-unit kecil di perkotaan, pemerintah juga berusaha mengaktifkan peran desa untuk menangkal Covid-19. 

Kementerian Desa mengklaim telah menerbitkan aturan yang membolehkan dana desa dipakai untuk pencegahan hingga penanggulangan wabah Corona. Hal itu diungkapkan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Taufik Madjid. 

"Bila desa-desa yang sudah terdampak, kita mengantisipasi. Protokolnya setiap desa harus mempedomani, mengikuti instruksi pelaksana gugus tugas penanganan Covid, dalam hal ini kepala daerah. Dana desa bisa dipakai untuk pencegahan dan sekaligus penanganan covid di desa," kata Taufik.  

Editor: Ninik Yuniati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bahaya Sekolah Tatap Muka di Wilayah Zona Kuning

Kabar Baru Jam 15