Stok Bawang Putih Diperkirakan Hanya Cukup sampai April

Stok bawang putih saat ini berkisar 60 ribu ton, sedangkan kebutuhan hingga tiga bulan ke depan sekitar 160 ribu ton.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 19 Mar 2020 23:49 WIB

Author

Resky Novianto

Stok Bawang Putih Diperkirakan Hanya Cukup sampai April

Pedagang menata bawang di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin (2/3/2020). (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta - Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) memperkirakan saat ini stok bawang putih di pasaran harga berkisar 60 ribuan ton di pasaran.

Ketua Pusbarindo, Valentino mengatakan dengan stok itu diperkirakan bawang putih hanya akan bertahan hingga April mendatang, bila impor masuk terlambat.

Ia menyebut keterlambatan penerbitan surat permohonan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan menjadi biang keladi permasalahan tersebut.

"Kita perlu 160 ribu ton. Sudah ada carry forward 60 ribu ton. SPI yang disetujui 27 Februari 2020 kan cuma 25.600 ton, dengan carry forward 30 ribu ton, taruhlah semua sekitar 60 ribu ton. Jadi kita masih kurang 100 ribu ton. Seandainya pemerintah keluarkan saat itu segera 100 ribu ton, itu belum tentu pengusaha bisa realisasi 100 persen. Tergantung kemampuan finansial masing-masing pengusaha. Mestinya pemerintah mengeluarkannya 100 ribu ton lebih," ucap Valentino saat dihubungi KBR, Kamis (19/3/2020).

Valentino mengatakan, SPI yang disetujui akhir Februari silam dinilai tanggung oleh asosiasi dan importir.

Ia menyebut, semestinya pemerintah mengeluarkan izin impor lebih dari 100 ribu ton, sehingga dapat memenuhi kebutuhan 160 ribu ton hingga Mei mendatang.

Ia ragu, kebijakan pembebasan izin impor hingga Mei bisa menolong stok di pasaran, lantaran keterlambatan diawal tahun sudah terlanjur diputuskan.

"Tiga bulan kedepan itu kebutuhannya sekitar 160 ton ton. Itu ada hitung-hitungannya. Kebutuhan di bulan Maret saja sekitar 45 ribu ton. Kemudian kita di bulan April sudah separuh puasa, peningkatan 20 persen, sekitar 55 ribu ton. Kemudian di bulan Mei akan meningkat menjadi 60 ribu ton, ada kenaikan 40 persen, karena itu sudah puasa dan lebaran," papar Valentino.

"Sementara awal Januari saja kita stok tidak terlalu banyak, karena carry forward di 2019 juga tidak semua importir mengejar, karena realisasi kan diujung SPI," tambahnya.

Harga bawang putih saat ini mulai tinggi di pasaran. Tercatat harga juga sempat melonjak diatas Rp40 ribu perkilogram.

Selain karena stok yang minim, imbas wabah covid-19 juga turut memperparah keadaan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto akhirnya membebaskan surat permohonan impor (SPI) bawang putih, hingga Mei mendatang, guna mengatasi kelangkaan stok di pasaran.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17