Positif Covid-19, Menkes: Kondisinya Baik

"Karena dia guru dansa, ya dia berdansa dengan itu teman dekatnya. Tanggal 14 kalau nggak salah, 14 Februari."

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Mar 2020 15:42 WIB

Author

Lea Citra

Positif Covid-19, Menkes: Kondisinya Baik

Presiden Jokowi saat mengumumkan 2 warga positif virus covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3). (Antara)

KBR, Jakarta-   Menteri Kesehatan menyebut kondisi dua warga Depok yang positif covid-19 saat ini sudah membaik. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan masih terus melakukan tracking kemungkinan penyebaran virus corona oleh warga negara Jepang.

"Karena dia guru dansa, ya dia berdansa dengan itu teman dekatnya. Tanggal 14 kalau nggak salah, 14 Februari. Tanggal 16 dia merasa batuk-batuk, gak enaklah batuk-batuk. Sehingga rawat jalan ke rumah sakit (di Depok). Kan kalau nggak salah tanggal 26, tanggal 26 dia minta untuk dirawat sajalah, wong batuknya gak ilang-ilang, ngekel aja, dan sesak agak demam dikit. Dirawat tanggal 28, ditelpon sama temennya (warga negara Jepang) dansanya itu. Dia di Malaysia dirawat," kata Terawan di RSPI Sulianti Saroso Jakarta Utara, Senin (2/3/2020).


Terawan Agus Putranto menduga orang dalam pengawasan (ODP), yaitu WNI Jepang meminum obat. Sehingga dia bisa lolos di bandara dan tidak memiliki tanda-tanda atau keluhan. Terawan mengatakan, kedua WNI tersebut diberikan vitamin, makanan sehat dan ditingkatkan imunitasnya.

"Surveillance tracking namanya ya. Mekanismenya gini, mulai dari siapa dia, kontak, tempat tinggal di mana, kemudian rumah sakitnya mana. Kita tracking semua. Kemudian kita cek, kita waspadai. bukan berarti semua harus di-swap. Harus ingat ya, tidak semua orang kontak menjadi sakit," lanjutnya.

Terawan mengatakan, telah meminta anggota keluarga dari 2 WNI tersebut  memeriksakan kesehatannya di RSPI Sulianti Saroso. Namun Terawan meminta semua orang mengedepankan rasionalitas dan tenang. Sebab pemerintah akan terus mengantisipasi penyebaran virus corona di Indonesia.

"Loh iya, penanganannya sesuai dengan simulasi. Meskipun yang disimulasikan itu, lebih gawat, lebih ini. Kalau ini kan ndak, ini corona ini, tidak seganas kayak H5N1, flu burung dan sebagainya. Inikan dengan mortality yang lebih rendah, 2% atau kurang tergantung daerahnya dan negaranya," pungkasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengumumkan dua orang warga negara Indonesia (WNI) yaitu seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun positif terjangkit virus corona jenis baru (COVID-19).

"Ternyata orang yang terkena virus corona ini berhubungan dengan dua orang. Seorang ibu yang umurnya 64 dan putrinya yang berumur 31 tahun dicek oleh tim kita ternyata pada posisi yang sakit," kata Presiden Joko Widodo di beranda Istana Merdeka Jakarta, Senin (02/03) pagi.

Dua WNI tersebut terjangkit dari seorang WN Jepang.

"Minggu yang lalu ada informasi bahwa ada orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana ternyata positif corona. Tim dari Indonesia langsung menelusuri orang Jepang ini ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu dengan siapa ditelusuri dan ketemu," ungkap Presiden.

Keduanya kini tengah dirawat  di RS Sulianti Saroso, Jakarta Utara. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17