Pemerintah Periksa 736 Spesimen di Indonesia Terkait Corona

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada pasien dari 63 rumah sakit di 25 provinsi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 11 Mar 2020 21:56 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pemerintah Periksa 736 Spesimen di Indonesia Terkait Corona

Pekerja medis melakukan tes RNA pada spesimen di dalam laboratorium di pusat pencegahan dan kontrol penyakit di Tiongkok (14/2/2020). ANTARA FOTO/cnsphoto

KBR, Jakarta- Pemerintah telah memeriksa 736 spesimen virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menjelaskan, Spesimen ini diambil dari para pasien positif corona, suspect dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Spesimen yang kita periksa total sampai dengan tadi pagi itu 736 totalnya. Tentunya enggak semuanya positif, tetapi itu yang sudah kita periksa,” ujar Yuri, di kantor presiden, Rabu (11/03/2020).

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada pasien dari 63 rumah sakit di 25 provinsi. Sebelumnya pada Minggu (08/03), pemerintah telah memeriksa 620 spesimen, dan bertambah sebanyak 116 spesimen dalam waktu 3 hari.

Dari keseluruhan spesimen tersebut Yuri enggan menyebutkan berapa banyak suspect yang terdeteksi terpapar corona. Ia hanya mengatakan jumlah suspect masih akan terus bertambah.

Sementara itu, pemerintah juga mengaku telah memulangkan pasien dalam pemantauan yang hasil pemeriksaan spesimennya menyatakan negatif corona.

“Yang sudah kita pulangkan sudah sangat banyak ya lebih dari 20 orang, dari seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia, jadi bukan hanya di rumah sakit yang ada di sini (Jakarta)," pungkas Yuri.

Pemeriksaan spesimen virus corona dari PDP membutuhkan dua tingkat keamanan, yakni bayou safety dan bayou security.

Sementara itu, metode yang digunakan dalam memeriksa spesimen adalah Polymerase Chain Reaction (PCR).
PCR merupakan metode yang lebih cepat untuk mengetahui apakah terkandung virus di dalam spesimen dari pasien yang dikategorikan sebagai suspect.
Satu metode tes lainnya adalah genome sequencing. Cara ini membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk menyelesaikan penelitiannya.

Metode ini disebut lebih lama karena dalam pemeriksaannya bukan hanya virus corona saja yang bisa dideteksi. Namun dalam satu spesimen dapat ditemukan virus lain.

Editor: Ardhi Rosyadi

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17