PBNU: Lebaran Online Tetap Bermakna Silaturahmi

"Silaturahminya dapat, tidak menimbulkan kemudaratan bagi diri sendirinya dapat, bahkan juga tidak berpotensi menimbulkan kemudaratan bagi orang lain. Nah, dapatnya malah tiga poin positif."

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Mar 2020 19:56 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah

PBNU: Lebaran Online Tetap Bermakna Silaturahmi

Ilustrasi: Media sosial bisa menjadi wadah silaturahmi. (Creative Commons)

KBR, Jakarta - Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) mengimbau masyarakat untuk tidak mudik demi mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas justru menganjurkan masyarakat bersilaturahmi secara online atau daring saat lebaran nanti.

"Lebaran secara daring dalam situasi wabah Corona itu sama sekali tidak menghilangkan makna silaturahmi, tapi bahkan dua-duanya dapat," kata Robikin kepada KBR, Senin (30/3/2020).

"Silaturahminya dapat, tidak menimbulkan kemudaratan bagi diri sendirinya dapat, bahkan juga tidak berpotensi menimbulkan kemudaratan bagi orang lain. Nah, dapatnya malah tiga poin positif," lanjutnya.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PB NU Robikin Emhas menegaskan keputusan ini penting karena sebagai umat muslim yang merayakan lebaran, masyarakat harus bersikap adil dan proporsional baik dari aspek keyakinan atau akidah, ibadah, maupun interaksi sosial atau mu’amalah.

Ia juga mengingatkan, silaturahmi secara daring di masa wabah ini sebetulnya mendorong masyarakat untuk mendapat kemaslahatan (manfaat) dan menolak kemafsadatan (kerusakan), sesuai dengan syariat Islam.

"Sikap disiplin untuk tetap di rumah dan menjaga jarak fisik dalam situasi saat ini sangat membantu penanggulangan penyebaran Covid-19," tegasnya lagi.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Memotret Realitas Pekerja Migran lewat Dokumenter

Soal Cegah Arus Balik