Kemenkes Pantau 48 Orang yang Kontak Langsung dengan WNI Positif Corona

Anung Sugiantono mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara, sebab pemerintah masih fokus kepada orang yang berinteraksi langsung dengan pasien

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Mar 2020 21:13 WIB

Author

Sadida Hafsyah

Kemenkes Pantau 48 Orang yang Kontak Langsung dengan WNI Positif Corona

Dirjen P2P Kemenkes Anung Sugihantono memberikan keterangan pers terkait virus corona di Balitbangkes Jakarta, Selasa (11/2/2020). ANTARA/Galih Pradipta

KBR, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memantau 48 orang yang pernah berkontak erat dengan dua warga negara Indonesia (WNI) positif virus Corona COVID-19.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anung Sugiantono mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara, sebab pemerintah masih fokus memantau kesehatan kepada orang yang berinteraksi langsung dengan pasien.

Anung tidak merinci nama dan keterangan lain soal puluhan orang yang dipantau oleh Kemenkes tersebut. Ia hanya memastikan kondisi mereka saat ini cukup baik.

“Kita itu kan ngomong clustering itu ada dua. Clustering di dalam konteks rumah ya, orang, dan clustering di tempat fasilitas publik yang mereka gunakan. Nah ini yang sedang saya bicarakan yang 48 itu adalah clustering di dalam konteks aktivitas orang,” ujar Anung di kantornya (02/03/2020).

Pada tahap clustering, Anung mengatakan Kemenkes hendak mencermati risiko penyebaran virus melalui kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.

Berikutnya, Kemenkes akan memperluas skala pemantauan yaitu pada tahap clustering di fasilitas umum.

“Tadi yang kontak erat. Baru kita mikir kontak dekat sebagian. Sekarang yang sudah bisa dihubungi, diminta untuk membatasi aktivitas. Sekaligus dia diminta untuk melakukan pemantauan terhadap suhu, kondisi badan, dan lain sebagainya,” tegasnya.


Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17