Kemenhub: Tak Ada Mudik Gratis Tahun Ini

"Saya putuskan (mudik gratis) untuk di-hold dulu," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 24 Mar 2020 18:52 WIB

Author

Lea Citra

Kemenhub: Tak Ada Mudik Gratis Tahun Ini

Ilustrasi: Ratusan orang berdesakan mengantri turun dari kapal saat mudik Lebaran 2019 lalu. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan takkan ada mudik gratis pada lebaran tahun 2020 ini. Hal ini dijelaskan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi.

"Ya pembatalan ini, memang karena sekarang ini kita lebih konsentrasi kepada social distancing tadi ya. Jadi dengan social distancing itu artinya kita menghindari ada kontak langsung, atau kelompok ketemuan, perkumpulan. Nah, kalau misalnya dengan adanya mudik gratis kan secara tidak langsung kita mengadakan kumpulan-kumpulan gitu," kata Budi kepada KBR, Selasa (24/3/2020).

"Berikutnya juga kan kita mengetahui bahwa Covid-19 ini dari Jakarta cukup banyak yang sudah terpapar. Jadi kalau misalnya pemerintah memfasilitasi (mudik) itu, nampaknya kontraproduktif dengan kebijakan pemerintah. Kalau begitu saya putuskan (mudik gratis) untuk di-hold dulu," tukasnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi sudah menginstruksikan hal ini ke seluruh kementerian, lembaga terkait, dan pihak-pihak swasta. Ia juga meminta masyarakat agar menerima keputusan ini demi kesehatan.

"Memang sekarang yang sedang dikampanyekan oleh pemerintah adalah supaya masyarakat tinggal di rumah. Artinya, nanti juga pada saat ada silaturahmi, dilaksanakan di rumah saja dengan menggunakan aplikasi khusus, WA dan sebagainya, video call," kata Budi.

"Kepentingan kemanusiaan lebih untuk kepentingan kesehatan. Jadi kita harus kompak, antar dari kita sendiri untuk mencegah ini. Makanya disiplin untuk tidak keluar rumah harus bisa dilaksanakan bersama-sama," lanjutnya.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Pemerintah Akui Penerapan PSBB di Daerah Sulit

Kabar Baru Jam 17