Imbas Virus Corona, Hampir Tidak Ada Pergerakan Wisatawan di Bandara

"Kita berharap ada berita-berita positif tentang kemajuan penanggulangan corona. Sehingga orang menjadi tidak takut untuk melakukan perjalanan, meski prinsip kehati-hatian tetap harus diterapkan."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 06 Mar 2020 20:56 WIB

Author

Astri Yuanasari

Imbas Virus Corona, Hampir Tidak Ada Pergerakan Wisatawan di Bandara

Seorang wisatawan manca berjalan di Pantai Senggigi, Lombok Barat, NTB, Selasa (3/3/2020). Wabah corona menghantam industri wisata. (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

KBR, Jakarta - Industri pariwisata Indonesia mulai terpuruk sebagai imbas wabah virus corona baru penyebab penyakit COVID-19.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiasyah menyebut Indonesia kehilangan puluhan juta wisatawan, baik mancanegara dan domestik.

Menurut Budi, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia terutama berasal dari Cina, Jepang, Korea Selatan, Asia Barat, Eropa maupun Asia Tenggara.

Budi menyebut, wabah virus corona juga menganggu even internasional dan nasional yang akan diselenggarakan di Indonesia.

"Hampir tidak ada pergerakan sekarang. Anda bisa lihat, di airport-airport sekarang semuanya sepi. Padahal, sebenarnya kondisinya tidak harus seperti itu. Memang kita harapkan juga peran media untuk memberikan pemberitaan yang positif, biar semua orang tidak takut melakukan perjalanan," kata Budi ketika dihubungi KBR, Jumat (6/3/2020).

Budijanto Ardiasyah menjelaskan, Cina menyumbang dua hingga tiga juta wisatawannya ke Indonesia. Sedangkan Singapura dan Malaysia menyumbang antara tujuh hingga delapan juta wisatawan.

Sedangkan wisatawan domestik, kata Budi, bisa mencapai ratusan juta perjalanan selama setahun.

"Kita berharap ada berita-berita positif lah, tentang kemajuan penanggulangan corona ini. Sehingga orang menjadi tidak takut untuk melakukan perjalanan, meskipun prinsip kehati-hatian tetap harus diterapkan," ujar Budi.

Budijanto Ardiasyah berharap, pemerintah juga bisa memberikan insentif terhadap biro perjalanan, industri yang terdampak paling parah akibat corona.

Menurutnya, insentif yang diberikan bisa berupa pembebasan pajak selama beberapa bulan.

Sebelumnya, pemerintah memberikan insentif berupa diskon tiket pesawat baik bagi wisatawan mancanegara dan domestik, untuk tujuan wisata tertentu di Indonesia.

Namun, setelah ditemukan 2 WNI positif COVID-19, pemerintah akhirnya menunda rencana diskon tiket pesawat mancanegara.

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan insentif pariwisata lainnya tetap diberlakukan.

Untuk tiket pesawat domestik, pemerintah telah mengaplikasikan potongan 50 persen. Diskon tersebut terdiri dari insentif pemerintah 30 persen dan 20 persen potongan harga avtur dari Pertamina.

Anggaran yang disediakan untuk diskon tiket pesawat domestik tersebut mencapai Rp 443,3 miliar.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Wabah Corona

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17