Eijkman: Pembuatan Vaksin Corona Butuh Waktu 18 Bulan

WHO dan NIAID juga memperkirakan vaksin Covid-19 baru bisa siap dalam 12-18 bulan ke depan.

BERITA | NASIONAL

Senin, 09 Mar 2020 17:00 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah, Adi Ahdiat

Eijkman: Pembuatan Vaksin Corona Butuh Waktu 18 Bulan

Wujud mikroskopik SARS CoV-2, virus penyebab Covid-19 (ditandai warna kuning). (Foto: NIAID-RML/www.niaid.nih.gov)

KBR, Jakarta - Hari ini (9/3/2020) lembaga biologi molekuler Eijkman Institute mengadakan pertemuan pertama dengan Kementerian Kesehatan untuk menjajaki pembuatan vaksin Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).

Menurut Kepala Eijkman Institute Amin Subandriyo, pembuatan vaksin ini rencananya akan melibatkan peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, serta pihak industri seperti PT Bio Farma.

"Kami semuanya pasti di bagian hulunya ya, artinya mengembangkan dari awalnya. Nanti kalau sudah selesai di skala laboratorium, tentu harus dikerjasamakan dengan industri," ujar Amin kepada KBR, Senin (9/3/2020).

"Kita belum punya gambaran bagaimana vaksin akan dikembangkan. Baru mengidentifikasi siapa saja pemainnya. Kemudian, yang pasti kita akan membuat satu konsorsium. Cuma bentuknya konsorsium antara siapa dengan siapa, itu masih sangat dini. Nanti masih akan diikuti dengan beberapa pertemuan kembali, karena masih harus dipelajari aspek legal dan sebagainya," lanjut Amin.

Amin belum bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat vaksin penangkal Covid-19. Ia menyebut, bila mengacu ke estimasi organisasi kesehatan dunia WHO, vaksin baru biasanya ditemukan setelah 18 bulan penelitian.


WHO dan NIAID Estimasi Pembuatan Vaksin Sampai 18 Bulan

Seperti disampaikan Eijkman Institute, Direktur Jenderal WHO Tedros A. Ghebreyesus memang pernah menyatakan bahwa pembuatan vaksin Covid-19 butuh waktu belasan bulan.

"Vaksin (Covid-19) pertama bisa siap dalam 18 bulan sehingga kita harus melakukan semuanya hari ini, dengan menggunakan senjata yang ada untuk melawan virus ini, sambil melakukan persiapan jangka panjang pembuatan vaksin," kata Tedros dalam catatan konferensi pers WHO bulan Februari lalu (11/2/2020).

Estimasi serupa juga disampaikan Anthony S. Fauci, Direktur National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) Amerika Serikat. Ia menegaskan pembuatan vaksin Covid-19 butuh waktu sekitar 12-18 bulan.

"Seluruh prosesnya bisa memakan waktu setahun, satu setengah tahun, paling sedikit," kata Fauci, seperti dilansir Business Insider pekan lalu (3/3/2020).

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11