DPR akan Jalani Rapid Test Covid-19, Jokowi: Prioritaskan Tenaga Medis

"Saya perintahkan Menkes untuk rapid test yang diprioritaskan adalah dokter dan tenaga medis serta keluarganya terlebih dahulu," ujar Jokowi.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 25 Mar 2020 03:06 WIB

Author

Resky Novianto

DPR akan Jalani Rapid Test Covid-19, Jokowi: Prioritaskan Tenaga Medis

Presiden Jokowi meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/20). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak.

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tes cepat (rapid test) Covid-19, diprioritaskan bagi para tenaga medis yang menangani pasien. 

Hal itu merespons kabar terkait anggota DPR beserta keluarganya yang akan menjalani rapid test pekan ini. 

"Saya perintahkan Menkes untuk rapid test yang diprioritaskan adalah dokter dan tenaga medis serta keluarganya terlebih dahulu. Dan juga para ODP dan PDP serta keluarganya, ini yang harus didahulukan," ucap Jokowi di Kanal Setpres RI (24/3/2020).

Sebelumnya, Sekjen DPR Indra Iskandar mengumumkan sekitar 2.000 anggota Dewan dan keluarga akan mengikuti tes covid-19.

Sementara untuk pengadaan alat rapid test, Indra menuturkan berasal dari sumbangan pimpinan dan anggota DPR. Kemudian, alat dipesan langsung dari Tiongkok. 

"Enggak (dianggarkan DPR). Ini ada beberapa sumbangan anggota-anggota pimpinan untuk mengadakan rapid testnya," kata Indra, Senin (23/3).

Rencana itu, akhirnya dikecam dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk anggota parlemen sendiri. Di antaranya Fraksi PKS dan Demokrat.

"Rencana (rapid test anggota DPR) itu ditolak Fraksi Partai Demokrat. Seyogyanya anggota DPR memiliki rasa empati serta kemanusiaan terhadap masyarakat yang terinfeksi virus corona yang kini masih dalam perawatan," kata Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3). 

Editor: Ardhi Rosyadi

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Instagram Perketat Aturan Soal Iklan

Kabar Baru Jam 7

Menakar Tawaran Pembangkangan Sipil terhadap Undang-undang Cipta Kerja

Masa Depan Anak Broken Home

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis