Cegah Corona Meluas, JK Sebut Indonesia Bisa Ambil Opsi Lockdown

Pandemi ini musuh yang tak kelihatan dan bahaya yang tidak ketahuan

BERITA | NASIONAL

Kamis, 12 Mar 2020 13:46 WIB

Author

Astri Septiani

Cegah Corona Meluas, JK Sebut Indonesia Bisa Ambil Opsi Lockdown

Jusuf Kalla (kanan) menyaksikan petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid. (Foto: Galih Pradipta)

KBR, Jakarta- Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia bisa mengambil opsi penutupan wilayah atau lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Jusuf Kalla mengatakan penutupan wilayah baik sebagian atau keseluruhan terbukti mampu memperlambat penyebaran Covid-19. Opsi ini sudah dilakukan di beberapa negara seperti Tiongkok, Italia hingga yang terbaru Denmark.

"Oh iya, salah satunya itu cina berhasil untuk memperlambat, tidak mencegah 100 persen, karena lockdown itu. Hanya negara yang sangat disiplin yang bisa melaksanakan itu. (Indonesia bisa enggak?) Kalo diinstruksikan pasti bisa," kata Kalla Usai pertemuan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Kantor Wakil Presiden, Kamis (12/3/2020)  

Meski opsi itu bisa dijalankan Pemerintah, penutupan wilayah atau lockdown perlu mempertimbangkan berbagai aspek utamanya sektor perekonomian. 

"Seperti Cina dengan perang dagangnya, ini puluhan kali lebih hebat dari itu," tambahnya.

Selain itu JK juga mengingatkan pentingnya Pemerintah Indonesia bersiap menyusul keputusan WHO menetapkan wabah covid-19 sebagai pandemi karena penyebaran virus yang semakin cepat di berbagai negara. 

Ia meminta pemerintah melakukan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran COVID-19, salah satunya dengan mensterilkan tempat dan lokasi yang ramai. 

"Ya semua negara di dunia, Amerika saja sudah melarang orang Eropa masuk ke Amerika kan karena sudah begitu urgennya pandemi ini musuh yang tak kelihatan dan bahaya yang tidak ketahuan jadi preventifnya yang harus siap kita harus lakukan sekarang preventifnya. Karena itu semua tempat keramaian bersih steril karena kalo tidak itu bahaya dengan mudah," kata Jusuf Kalla. 

Sebelumnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Hal ini karena ada 118 ribu lebih kasus akibat virus corona di lebih 110 negara dan wilayah di seluruh dunia.



Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17