Antisipasi Corona, Dishub DKI Larang Kegiatan Besar di CFD

"Begitu ada kegiatan yang mengumpulkan masa kita tertibkan"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 06 Mar 2020 14:55 WIB

Author

Resky Novianto

Antisipasi Corona, Dishub DKI Larang Kegiatan Besar di CFD

Petugas medis memeriksa suhu tubuh karyawan PTPN IV di Medan, Sumatera Utara. (Foto/Septianda Perdana)

KBR, Jakarta- Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi resiko mewabahnya virus corona di Ibu Kota. Setelah menutup layanan perizinan, kali ini Pemprov akan menertibkan kegiatan Car Free Day (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) yang berpotensi mengundang massa dalam jumlah besar. 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan akan menertibkan kegiatan pengumpulan massa yang berlangsung saat acara car free day di seputaran Jalan Jendral Sudirman dan MH Thamrin. 

"Terkait dengan instruksi gubernur terhadap perizinan mengumpulkan massa, tentu ini kami patuhi. yang mana pada saat pelaksaanaan hari bebas kendaraan bermotor tidak diperbolehkan ada kegiatan atau event yang mengumpulkan massa. Kalau ada yang berolahraga, lari, jalan memanfaatkan area sudirman thamrin, dipersilakan karena memang hari minggu jam 06.00 sampai 11.00 disana bebas dari kendaraan bermotor. Begitu ada kegiatan yang mengumpulkan masa kita tertibkan," ucap Syafrin Liputo saat Konferensi Pers di Balairung Balaikota DKI Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Selain itu, Syafrin menyebut pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan DKI Jakarta, untuk menempatkan beberapa petugas medis saat car free day. Kata Syafrin, petugas nantinya akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun di beberapa titik saat CFD berlangsung. 

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 16/2020 dalam mengantisipasi sebaran virus corona atau COVID-19. Salah satu intruksinya yakni imbauan untuk tidak mengeluarkan izin baru terkait pengumpulan massa dalam jumlah besar.

 

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Ayo Belajar Kriya dan Seni

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Sejumlah Daerah di Indonesia Mulai Terapkan Karantina Wilayah