Temukan Situs Purbakala, Proyek Jalan Tol Pandaan - Malang akan Digeser

Menurut perkiraan tim ahli, situs ini adalah sisa-sisa pemukiman raja atau orang penting di kerajaan.

RUANG PUBLIK , BERITA , NUSANTARA

Rabu, 27 Mar 2019 14:41 WIB

Author

Adi Ahdiat

Temukan Situs Purbakala, Proyek Jalan Tol Pandaan - Malang akan Digeser

Petugas BPCB Trowulan melakukan eskavasi di situs purbakala yang ditemukan di lahan proyek jalan tol Pandaan – Malang di kilometer 35, Sekaran, Malang, Jawa Timur (12/3/2019). (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Di pertengahan Maret 2019 Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan mendapat laporan tentang temuan situs purbakala di Desa Sekarpuro, Malang, Jawa Timur.

Uniknya, situs tersebut ditemukan di lahan proyek jalan tol Pandaan - Malang yang tengah digarap PT Jasamarga Pandaan - Malang (JPM).

Menurut laporan dari situs resmi BPCB Trowulan, struktur batu bata yang ditemukan di lahan jalan tol itu merupakan dinding kuno.

Dinding tersebut diperkirakan merupakan bagian dari struktur bangunan yang lebih luas dan besar.

Struktur dinding disusun dari batu bata dengan panjang 35-38 cm, lebar 20-25 cm, dan tebal 6-8 cm, lebih besar dari rata-rata ukuran bata yang ditemukan di situs Trowulan lainnya.

Sementara ini BPCB Trowulan menduga bahwa bata tersebut berasal dari masa pra-Majapahit.

Menurut Ketua Tim Ahli BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, situs ini juga memenuhi kriteria sebagai cagar budaya berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.


Pemukiman Orang Penting Kerajaan

BPCB Trowulan melakukan ekskavasi di area penemuan situs, tepatnya di Desa Sekarpuro, Malang, sejak Selasa lalu (12/3/2019).

Sampai sekarang para arkeolog sudah menemukan sejumlah fakta yang mengindikasikan bahwa situs ini adalah sisa-sisa pemukiman raja atau orang penting di kerajaan.

"Ada area privat dan publik fondasinya batu bata, bangunan berbentuk kluster-kluster. Identik dengan rumah raja atau kedaton. Karena rumah kasta sudra tidak akan membuat fondasi batu bata, rakyat biasa rumahnya dari kayu," kata Ketua Tim Ahli BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (23/9/2019).

Proses ekskavasi ini juga menemukan fragmen-fragmen porselen seperti tutup guci dan sendok.

Menurut BPCB Trowulan, fragmen tutup guci dibuat dengan tingkat kerapatan yang halus dan berwarna biru muda. Warna ini sangat jarang ditemukan dalam artefak porselen di Jawa Timur.

“Berdasarkan analisis sementara, di duga porcelin ini berasal dari masa Dinasti Ming,” tulis Wicaksono dalam laporan di situs resmi BPCB Trowulan (14/3/2019).


Proyek Jalan Tol Malang – Pandaan Digeser

Akibat penemuan situs cagar budaya ini proyek jalan tol Malang – Pandaan sempat dihentikan sementara.

Belakangan, PT Jasamarga juga menyatakan akan melakukan perancangan ulang untuk ruas jalan tol seksi V yang menjadi lokasi penemuan situs.

"Kami tadi sepakat bahwa ruas tol akan digeser delapan meter ke bantaran Sungai Amprong," kata Direktur Utama JPM, Agus Purnomo dalam wawancara dengan Suryamalang.com (25/3/2019).

Dalam wawancara tersebut, Agus Purnomo juga menyebut bahwa pengerjaan Tol Pandaan – Malang seksi V ini dipastikan mundur dari target awal bulan Juni 2019.

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.