Survei: 71 Persen Milenial Tertarik Investasi Kripto Lewat Bank-Bank Besar

Generasi yang tergolong tua umumnya menganggap investasi kripto sangat beresiko. Tapi mayoritas generasi milenial punya pandangan berbeda. Berikut ini hasil surveinya.

RUANG PUBLIK , BERITA , NASIONAL

Jumat, 01 Mar 2019 14:37 WIB

Author

Adi Ahdiat

Survei: 71 Persen Milenial Tertarik Investasi Kripto Lewat Bank-Bank Besar

Ilustrasi. (Foto: Creative Commons)

Perdagangan mata uang kripto atau cryptocurrency kian populer di berbagai belahan dunia. Termasuk juga di Indonesia. Mulai Februari 2019 aset kripto sudah resmi menjadi komoditas bursa berjangka.

Di tengah tren kripto yang kian meluas, perusahaan jasa keuangan multinasional, eToro, menggelar proyek survei tentang minat publik pada investasi kripto.

Survei ini melibatkan sekitar 1.000 orang investor online yang berdomisili di Amerika Serikat (AS) dengan rentang usia dari 20 – 65 tahun.

Berikut adalah sejumlah temuan survei eToro yang dirilis awal Februari lalu (19/02/2019).


Milenial Anggap Bursa Kripto Lebih Aman dari Bursa Saham

Survey eToro menemukan bahwa 77 persen responden dari Generasi X (kelahiran tahun 1966 – 1976) lebih mempercayai investasi saham dibanding kripto.

Generasi yang tergolong tua umumnya menganggap investasi kripto sangat beresiko, karena kripto tidak memiliki jaminan aset fisik sebagaimana saham.

Kendati demikian, generasi yang lebih “muda” punya pandangan berbeda. Menurut survei, responden milenial (kelahiran 1977 – 1994) lebih terbuka pada investasi kripto. Bahkan 43 persen responden milenial meyakini bahwa bursa kripto lebih aman daripada bursa saham.

Guy Hirsch, Managing Director eToro untuk wilayah AS, menilai bahwa pandangan kaum milenial itu dipengaruhi oleh kasus Lehman Brothers.

Pada tahun 2008 Lehman Brothers Holdings, salah satu bank investasi terbesar AS, mengalami pailit, sehingga memicu krisis ekonomi global dan kejatuhan pasar saham. Kasus inilah yang dianggap membuat banyak kaum milenial hilang kepercayaan pada pasar saham.


Milenial Mau Investasi Kripto Lewat Bank dan Pialang Ternama

Meski meragukan pasar saham, umumnya responden milenial masih percaya pada lembaga keuangan tradisional seperti bank-bank besar ataupun perusahaan pialang ternama.

Menurut survei eToro, 93 persen investor milenial mau menanamkan lebih banyak uang di produk kripto jika ditawarkan oleh bank atau broker besar.

Generasi milenial yang belum pernah “main” kripto juga berpandangan serupa. Sekitar 71 persen responden muda menyatakan mau berinvestasi kripto jika ditawarkan oleh lembaga keuangan tradisional.

Dalam wawancara dengan PRnewswire.com, Guy Hirsch menyebut, "Ada banyak investor muda yang menunggu penawaran dari perusahaan keuangan besar, yang berputasi baik dan memiliki layanan yang bisa dipersonalisasi," jelasnya (19/02/2019).

Kepercayaan pada bank dan perusahaan pialang besar ini juga ditemukan pada kelompok usia lain.

Menurut survei eToro, 59 persen responden dari semua kelompok usia mau berinvestasi kripto jika ditawarkan oleh lembaga keuangan ternama.

(Sumber: www.prnewswire.com)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.