(CEKFAKTA) Ma'ruf Amin: Pemerintahan Jokowi Berhasil Turunkan Stunting, Betulkah?

berdasarkan pantauan status gizi (PSG) dari Ditjen Kesehatan Masyarakat selama era pemerintahan Jokowi tahun 2015 sampai 2018 angka stunting berfluktuatif.

RUANG PUBLIK , BERITA , NASIONAL , INDONESIA , EDITORIAL

Minggu, 17 Mar 2019 21:22 WIB

Author

Adi Ahdiat

(CEKFAKTA) Ma'ruf Amin:  Pemerintahan Jokowi Berhasil Turunkan Stunting, Betulkah?

Calon wakil presiden KH Maruf Amin. (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)

Dalam ajang Debat Cawapres yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Cawapres nomor urut 01, Ma,ruf Amin, menyebut bahwa pemerintahan Jokowi - JK telah berhasil menurunkan angka stunting (gagal tumbuh pada balita).

"...terutama untuk mencegah terjadinya stunting, jadi yang oleh pemerintahan Jokowi - JK (stunting) telah diturunkan sampai tujuh persen," ujar Ma'ruf Amin (17/3/2019).


Cek Fakta:

Menurut Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan RI, jika dibanding dengan data Riskesdas 2013, angka prevalensi balita stunting saat ini memang telah turun sebanyak 7 persen.

Pada tahun 2013 angka balita stunting mencapai 37,8 persen. Di tahun 2018 jumlahnya turun menjadi 30,8 persen.

Sementara, berdasarkan pantauan status gizi (PSG) dari Ditjen Kesehatan Masyarakat selama era pemerintahan Jokowi tahun 2015 sampai 2018 angka stunting berfluktuatif. Pada 2015-2016, angka stunting turun hingga 29 persen dan 27 persen. Namun di tahun berikutnya, angkanya naik kembali ke 30 persen.

Berikut fluktuasi tingkat stunting di Indonesia selama era pemerintahan Jokowi, menurut data Pemantauan Status Gizi Ditjen Kesehatan Masyarakat.

- Tahun 2015: 29 persen

- Tahun 2016: 27,5 persen

- Tahun 2017: 29,6 persen

- Tahun 2018: 30,8 persen 

Sumber:

1. Riskesdas 2013

2. Riskesdas 2018  

3. Kemenkes RI, Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Semester I, 2018)

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17