covid-19

Peserta Aksi Semen Meninggal, Istana: Kalau Aksi Jangan yang Membahayakan

"Tadi Pak Presiden sudah minta kami untuk mengurus kepulangannya, tapi tadi udah diurus oleh teman-teman," kata Kepala KSP, Teten Masduki.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Mar 2017 15:51 WIB

Peserta Aksi Semen Meninggal, Istana: Kalau Aksi Jangan yang Membahayakan

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Istana Kepresidenan menyampaikan duka cita atas meninggalnya Patmi, warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang meninggal saat menggelar aksi dipasung semen di Jakarta.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki mengatakan Presiden Joko Widodo telah memerintahkan KSP untuk mengurus kepulangan almarhumah Patmi dan memberikan santunan.

"Tadi tim saya sudah bantu urus. Ya (turut) berduka cita lah. Jantung ya? Kemungkinan faktor capek ya. Tadi Pak Presiden sudah minta kami untuk mengurus kepulangannya, tapi tadi udah diurus oleh teman-teman. Ya nanti diberikan santunan juga," kata Teten di Kompleks Istana, Selasa (21/3/2017).

Teten mengimbau warga agar tidak lagi melakukan aksi dengan cara-cara yang membahayakan kesehatan dan keselamatan, seperti mengecor kaki dengan semen.

"Aksi kan itu hak demokrasi, cuma jangan nyemen lagi lah. Itu kan membahayakan kesehatan. Kalau aksi, nggak usah melakukan tindakan yang membahayakan. Walaupun ini saya kira, ini kan jantung, nggak ada kaitan dengan ini (aksi)," kata Teten.

Teten kembali meminta warga menunggu rampungnya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rembang (tahap I) akhir bulan ini. Selain itu, kata Teten, tuntutan warga telah diakomodir, salah satunya dengan menghentikan sementara operasi penambangan.

"Mudah-mudahan... Ini hasil KLHS kan akan selesai akhir Maret ya, jadi itu akan jadi rujukan. Akan kita bicarakan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, BUMN dan juga pemerintah daerah," tuturnya.

Baca juga:


Kondisi kesehatan

Perawat dari Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Suster Elis mengatakan sebetulnya secara umum kondisi kesehatan peserta aksi semen kaki dalam kondisi baik. Hanya saja, ada beberapa peserta yang mengalami tekanan darah tinggi. Selain itu, peserta juga mengaku stress dan lelah.

"Setahu saya waktu diperiksa tensi darah mereka bagus semua, waktu di Monas. Kalau untuk tensi bagus semua. Kadang-kadang kita bilang kalau ada yang pegal atau capek, tolong bilang. Kalau stres sih mereka bilang, tidak jauh-jauh mereka tensinya bagus-bagus. Justru petani Karawang yang tensinya pada tinggi," kata Suster Elis ketika dihubungi KBR, Selasa (21/3/2017)

Suster Elis menambahkan, selama pendampingan pihaknya rutin mengecek kesehatan dan tensi darah peserta. Bahkan, pemeriksaan tensi dilakukan beberapa kali dalam sehari.

"Kita periksa semua normal, saya punya data hari pertama sampai hari kedua, itu datanya bagus semua. Kalau untuk tensi bagus semua," ujarnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Fasilitas Jalan Aman di Indonesia

Menyorot Klaster Covid-19 pada Pembelajaran Tatap Muka

Kabar Baru Jam 10