Kongres Kebebasan Beragama, Komnas HAM Minta Pemerintah Beri Solusi

"Ini merupakan forum kita bersama untuk memetakan berbagai persoalan mendasar dalam pemenuhan hak-hak kebebasan beragama."

BERITA , NASIONAL

Kamis, 16 Mar 2017 14:47 WIB

Author

Yudi Rachman

Kongres Kebebasan Beragama, Komnas HAM Minta Pemerintah Beri Solusi

Ilustrasi: Kriminalisasi petinggi Gafatar atas kasus penodaan agama. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah bisa memberikan solusi  masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan. Dalam Kongres Nasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Ketua Komnas HAM Imdadun Rakhmat mengatakan, masih tingginya kasus pelanggaran kebebasan dan beragama di beberapa daerah membuktikan masih lemahnya peran aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam meredam konflik.

Kata dia, melalui forum ini diharapkan ada solusi konkrit dari berbagai permasalahan KBB yang hingga kini belum tuntas.

"Kegiatan ini merupakan forum kita bersama untuk memetakan berbagai persoalan mendasar dalam pemenuhan hak-hak kebebasan beragama. Sekaligus untuk merumuskan langkah yang akan dilakukan bersama di masa yang akan datang," ujar  Ketua Komnas HAM Imdadun Rakhmat di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (16/03).

Ketua Komnas HAM Imdadun Rakhmat menambahkan, beberapa masalah yang mencuat adalah  pengakuan negara terhadap penganut aliran di luar 6 agama seperti Ahmadiyah dan aliran kepercayaan.

Kongres itu dihadiri oleh Kapolri Tito Karnavian, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, tokoh lintas agama dan bekas Komisioner Komnas HAM HS Dillon. Juga hadir perwakilan korban kebebasan beragama seperti perwakilan Syiah Sampang, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Pengurus Gereja Filadelfia dan komunitas aliran kepercayaan lainnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Zero Waste, Ubah Salak Jadi Aneka Rupa

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18