Antisipasi Macet Brexit, Menhub-Polri Akan Bahas Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap

Pekan depan, Kementerian Perhubungan akan mengadakan pertemuan dengan Kapolri serta jajaran kepolisian khususnya di Jawa Tengah untuk membahas rekayasa lalu lintas jelang lebaran.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 24 Mar 2017 15:26 WIB

Author

Widia Primastika

Antisipasi Macet Brexit, Menhub-Polri Akan Bahas Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap

Antrean kendaraan mengular di tol Pejagan ke arah pintu keluar Brebes Timur, Jawa Tengah, pada Juli 2016. (Foto: ANTARA)


KBR, Semarang - Tiga bulan jelang lebaran, Menteri Perhubungan mempersiapkan beberapa pengaturan arus mudik, khususnya antisipasi kemacetan yang ada di pintu keluar tol Brebes yang kerap disebut Brexit (Brebes Exit).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan institusinya terus berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempersiapkan arus mudik dan mengantisipasi kemacetan panjang di Brexit, seperti pada lebaran dua tahun lalu.

"Brexit itu saya itu mau ngenger (ikut) sama Polri. Karena apa, Polri itu punya jajaran sampai ke level kecamatan, saya sudah matur bahwa Pak Kapolri, 'Pak kita kerja sama–sama'. Itu nomer satu. Yang kedua kita koordinasi dengan para stakeholder, yang kedua dari PU. Kita minta PU menyelesaikan bottle neck-bottle neck (penyempitan jalan) yang terjadi di beberapa tempat. Tadi Pak Kapolda bilang, itu Pejagan ke arah kanan rusak semua. Nah nanti akan dilihat," kata Budi Karya kepada KBR, Jumat (24/3/2017).

Baca juga:


Budi Karya menjelaskan bahwa pemerintah tidak boleh memberikan ekspektasi atau harapan yang berlebihan kepada masyarakat mengenai kondisi jalan saat menjelang lebaran. Budi mengatakan pemerintah harus menjelaskan fakta, termasuk mengenai fasilitas dan kondisi yang ada di lapangan.

"Kita kasih contoh yang ekstrim Brexit. Dulu kesalahan kita adalah memberikan ekspektasi berlebihan. Nah kita katakan bahwa kalau saat mudik, Brexit itu bukan satu-satunya. Bukan segalanya. Jadi ada kereta api, jalan lintas utara, ada lintas selatan, ada Brexit. Bahkan kita ada kapal nanti buat ke Surabaya," lanjut Budi Karya.

Selain tidak memberikan ekspektasi berlebihan, saat lebaran pun akan diberlakukan sistem penutupan jalan, dengan menutup pintu tol sebelumnya jika di salah satu ruas telah terjadi penumpukan kendaraan melebihi dua kilometer.

Pekan depan, Kementerian Perhubungan akan mengadakan pertemuan dengan Kapolri serta jajaran kepolisian khususnya di Jawa Tengah untuk membahas rekayasa lalu lintas jelang lebaran.

Pada pertemuan itu, mereka juga akan mengkaji usulan masyarakat tentang pemberlakuan plat ganjil genap guna mengantisipasi kemacetan saat lebaran.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar