Akan Temui DPR-DPD, Ratusan Petani Teluk Jambe Karawang Bertahan di Jakarta

"Kami para petani ini juga tidak ingin berlama-lama di pengungsian. Kami minta dikembalikan ke kampung halaman seperti semula," kata Madhari.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Mar 2017 14:58 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Akan Temui DPR-DPD, Ratusan Petani Teluk Jambe Karawang Bertahan di Jakarta

Ilustrasi. Keluarga petani Teluk Jambe korban konflik tanah saat mengungsi ke kantor LBH Jakarta, pada 2016 lalu. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Ratusan petani korban konflik lahan asal wilayah Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat masih bertahan di Jakarta.

Mereka sebelumnya berangkat ke Jakarta dan menginap di gedung PP Muhammadiyah Menteng Jakarta sejak 16 Maret 2017. Sekitar lima hari kemudian, pada 21 Maret berpindah ke gedung Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang Jakarta.

Para petani korban konflik dengan PT Pertiwi Lestari ini berencana menemui Komisi Hukum DPR pada pekan ini untuk mendesak DPR agar membantu menyelesaikan konflik lahan ini. Meskipun, waktu pertemuan masih diagendakan oleh DPR.

"Agenda perjuangan kami para petani adalah kita meminta kepada Pemerintah agar mencabut seluruh izin HGB PT Pertiwi Lestari, termasuk IMB-nya juga. Karena ini sudah sangat menyengsarakan para petani," kata Madhari, perwakilan para petani Teluk Jambe kepada KBR, Selasa (28/3/2017).

Baca juga:


Selain berniat menemui DPR, para petani Teluk Jambe juga ingin mengadu ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Mereka berharap konflik lahan bisa segera selesai, dan mereka bisa kembali ke lahan mereka.

"Kami para petani ini juga tidak ingin berlama-lama di pengungsian. Kami minta dikembalikan ke kampung halaman seperti semula," kata Madhari.

Madhari mengatakan, warga akan bertahan di pengungsian Panti Asuhan Muhammadiyah di Tanah Abang sampai masalah sengketa lahan dengan PT Pertiwi Lestari selesai.

"Kita bertahan di Jakarta karena tidak ada pilihan lagi," lanjut Madhari.

Jumlah warga petani Teluk Jambe yang berada di tempat penampungan itu mencapai 217 jiwa, dimana sekitar 63 diantaranya anak-anak.

Para warga dan petani Kecamatan Teluk Jambe Barat Karawang bersengketa lahan seluas 700 hektar dengan perusahaan pengembang PT Pertiwi Lestari. Perusahaan itu berencana membangun kawasan industri di lahan yang disengketakan.
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Program Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Tetap Aman dan Sehat Beraktivitas Saat Pandemi

Catatan Vaksin Mandiri