Bom Sarinah Ternyata Dikendalikan dengan Ponsel Jadul Esia

Saat penggeledahan ditemukan alat komunikasi berupa handphone merek Esia keluaran lama yang sudah dimodifikasi sehingga tidak tertangkap jammer (pengacak sinyal).

BERITA | NASIONAL

Rabu, 02 Mar 2016 07:26 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Bom Sarinah Ternyata Dikendalikan dengan Ponsel Jadul Esia

Suasana teror bom Sarinah yang diwarnai baku tembak kelompok teroris dengan polisi, Selasa (14/1/2016). (Foto: */Twitter)

KBR, Cilacap – Aman Abdurrahman dan Iwan Dharmawan Mutho alias Rois bisa berhubungan dengan pelaku bom Sarinah menggunakan telepon seluler. Dari dalam sel, mereka turut mengatur operasi teror.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Molyanto mengatakan saat penggeledahan ditemukan alat komunikasi berupa handphone merek Esia keluaran lama yang sudah dimodifikasi sehingga tidak tertangkap jammer (pengacak sinyal). Handphone ini ditemukan di sel Aman dan Rois yang memang berada satu sel di Lapas Batu Pulau Nusakambangan.

Menurut Molyanto, teknologi yang digunakan Aman dan Rois relatif canggih. Hal ini menyulitkan petugas Lapas lantaran petugas masih menggunakan teknologi lama yang terbatas. Selain itu, jumlah personil Lapas Nusakambangan masih kurang untuk mengawasi seluruh terpidana terorisme

"Temuan yang kemarin, otak-otak teroris itu memang paling cerdas. Jadi menggunakan handphone jadul merek Esia, cuma mereka pintar. Itu dibawah jammer, sehingga tidak tertangkap pelacak. Jadi ini sudah ada penguatan-penguatan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Peralatan-peralatan yang ketinggalan mulai diperbaiki, ya. Kemarin juga sudah ditarik kebutuhan-kebutuhan itu," kata Molyanto.

Kepala Divisi Pemasyaratan Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng, Molyanto menjelaskan tim saat ini mengajukan penambahan peralatan untuk pengawasan di LP Nusakambangan.

Aman Abdurahman dan Rois saat ini sudah dipindah ke sel isolasi khusus Lapas Pasir Putih untuk memastikan putusnya komunikasi dengan pihak luar. Sel khusus ini diperuntukkan bagi terpidana mati terpidana terorisme dan narkoba, atau terpidana yang berpotensi mengoperasikan kejahatan dari Lapas.

Sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan memastikan Aman Abdurahman dan Rois turut merencanakan dan mengatur teror bom sarinah bersama dengan Bahrun Naim.

Aman adalah terpidana kasus pelatihan militer Aceh yang divonis sembilan tahun penjara. Sedangkan Rois merupakan terpidana mati kasus bom Kedutaan Besar Australia tahun 2004.

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit