Sumber Dana Tak Jelas, KPU Ancam Coret Lembaga Survei

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menelusuri sumber dana 48 lembaga survei yang telah terdaftar.

BERITA

Rabu, 12 Mar 2014 21:24 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Sumber Dana Tak Jelas, KPU Ancam Coret Lembaga Survei

Sumber Dana, KPU, Lembaga Survei

KBR68H,Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menelusuri sumber dana 48 lembaga survei yang telah terdaftar.

Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkyansyah mengatakan, penelusuran dilakukan sebagai salah satu persyaratan administratif lembaga survei yang akan melakukan survei pada Pemilu April mendatang. Kata dia, jika lembaganya menemukan sumber dana yang tidak jelas, maka KPU akan mencoret nama lembaga survei itu dan melarangnya melakukan survei.

“Saya pikir intinya semua lembaga bisa didaftarkan. Jadi saya katakan ini bukan konteks lembaga akreditasi bukan untuk diakreditasi seperti halnya pemantau. Ini hanya didaftarkan saja, dia terdaftar di kita dan tentunya resmi untuk melakukan aktivitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (KPU bisa mendeteksi mereka yang nakal?) Ya tentunya kita kerjasama dengan asosiasi. Bahkan kita bisa membuat dewan etik untuk lembaga survei, jadikan bisa jadi nanti ada informasi lebih lanjut, nanti bisa dibentuk pada waktunya,” kata Ferry di KPU

Senin lalu KPU telah menutup pendaftaran bagi lembaga survei yang ingin berpartisipasi dalam Pemilu tahun ini. Peraturan KPU mengenai partisipasi masyarakat dalam penyelenggaran pemilu menyebutkan,lembaga survei wajib mendaftarkan diri jika ingin turut serta dalam mensurvei pelaksanaan Pemilu.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Aktif di Dunia Maya, Perempuan Rentan Radikal

Mau Lawan Bullying? Mari Kembali ke Keluarga

Kabar Baru Jam 18