Rentan Kecurangan, Caleg Perempuan NTB Datangi Bawaslu

KBR68H, Mataram - Puluhan caleg perempuan yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan Mataram dan Lombok Barat mendatangi sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB.

BERITA

Kamis, 27 Mar 2014 23:22 WIB

Author

Zaenudin Syafari

Rentan Kecurangan, Caleg Perempuan NTB Datangi Bawaslu

caleg perempuan, mataram ntb

KBR68H, Mataram - Puluhan caleg perempuan yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan Mataram dan Lombok Barat mendatangi sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB. Mereka meminta agar Bawaslu mengawasi proses pemilu sehingga tidak terjadi kecurangan yang merugikan caleg perempuan. (Baca: Puluhan Caleg Perempuan di NTB Dibekali Keterampilan Politik)

Ketua Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan Zulhiatina mengatakan, para caleg perempuan resah dengan adanya indikasi caleg lain bermain politik uang jelang pemilu. Karena itu Bawaslu dan jajarannya diharapkan menindak tegas oknum caleg yang terlibat dalam politik uang untuk menciptakan pemilu yang berkualitas.(Baca: Parpol Masih Belum Percaya kepada Caleg Perempuan)

“Jadi kami datang kemari ini menfasilitasi calon legsilatif perempuan dari lintas partai dari 12 partai untuk sama-sama memperjuangkan mendorong komitmen Bawaslu untuk mengawal suara perempuan. Dan bagaimana komitmen caleg ini untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan perempuan nanti pada pemilu 2014 ini” kata Zulhiatina Kamis (27/03).

Ketua Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan Zulhiatina menambahkan, pihaknya membawa isu-isu penting yang berkaitan dengan kepentingan perempuan yang harus diawasi. Beberapa isu penting yang disuarakan caleg perempuan yaitu eksploitasi anak jalanan, jaminan keamanan untuk perempuan, trafficking anak dan perempuan, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan beberapa isu lainnya.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8