Pekan Depan, Logistik Pemilu Dikirim ke Perusahaan di Malaysia

KBR68H, Jakarta - Puluhan kotak pemungut surat suara dan 50 ribuan surat suara bakal segera dikirim ke perusahaan-perusahaan kilang minyak dan perkebunan di sekitar Kuala Lumpur Malaysia, mulai pekan depan.

BERITA

Minggu, 23 Mar 2014 20:05 WIB

Author

Wiwik Ermawati

Pekan Depan, Logistik Pemilu Dikirim ke Perusahaan di Malaysia

Pemilu, luar negeri, KPU, surat suara

KBR68H, Jakarta - Puluhan kotak pemungut surat suara dan 50 ribuan surat suara bakal segera dikirim ke perusahaan-perusahaan kilang minyak dan perkebunan di sekitar Kuala Lumpur Malaysia, mulai pekan depan.

Ketua Panitia Petugas Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri PPLN Kuala Lumpur, Freddy Panggabean mengatakan, surat suara tersebut bakal diantar sekitar 60-an petugas PPLN ke beberapa kota di pelosok Kuala Lumpur.

Surat suara itu harus dikirimkan seminggu sebelum pemilu legislatif, dimana untuk pemilu luar negeri bakal diselenggarakan lebih awal yaitu pada 6 April mendatang.

"Ada 54 ribuan surat suara, itu untuk 230 majikan. Artinya 230 perusahaan baik perkebunan atau pabrik. Ini yang tersebar di enam negeri. Ini petugasnya ada 69 orang, kita diberikan 23 drop box," kata Freddy saat dihubungi KBR68H.

Ketua Panitia PPLN Kuala Lumpur, Freddy Panggabean mencatat ada 400-an ribu lebih WNI di Kuala Lumpur yang terdaftar di DPT untuk pemilu legislatif.

Mekanisme pemilihan kotak pemungut surat suara dilakukan untuk menjangkau para WNI yang bekerja di daerah pelosok seperti di perkebunan dan kilang minyak.

Ada tiga mekanisme pemilu yang dilakukan di luar negeri. Pertama, memilih langsung di TPS, menggunakan kotak pemungut surat suara atau drop box khusus. Kedua, petugas mengantar langsung surat suara khusus ke wilayah-wilayah tertentu seperti wilayah perkebunan dan kilang minyak, dan ketiga, melalui pos.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini