Migran Care: Waspada Kecurangan Pemilu di Luar Negeri

KBR68H, Jakarta - LSM Migrant Care meminta kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong untuk mewaspadai surat suara yang tak terpakai pasca pelaksanaan Pemilu legislatif bagi para WNI di Hongkong pada Minggu (30/3) kemarin.

BERITA

Senin, 31 Mar 2014 13:53 WIB

Author

wiwik ermawati

Migran Care: Waspada Kecurangan Pemilu di Luar Negeri

migran, care, pemilu

KBR68H, Jakarta - LSM Migrant Care meminta kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong untuk mewaspadai surat suara yang tak terpakai pasca pelaksanaan Pemilu legislatif bagi para WNI di Hongkong pada Minggu (30/3) kemarin. Desakan ini menyusul indikasi banyak suara yang tak terpakai dalam Pemilu Legislatif di Hongkong tahun 2009.

Sejumlah WNI di Hongkong telah menggunakan hak suaranya dalam Pemilu pada Minggu (30/3). Pemilu di Hongkong diselenggarakan 10 hari lebih awal dari Pemilu di Indonesia 9 April 2014.

Aktivis Migrant Care Wahyu Susilo mengatakan, di tahun 2009 lembaganya menemukan banyaknya surat suara yang tak terpakai dalam sistem pengiriman surat suara melalui pos. Hal ini dikhawatirkan dapat disalahgunakan oleh pihak tertentu. Migran Care juga mendata bahwa penyebabnya karena daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah.

“Di DPT luar negeri misalnya terdapat banyak nama-nama yang tidak sesuai. Waktu itu di tahun 2009 Migrant Care menemukan ada sekitar 25 ribu data meragukan di Hongkong. Dan ternyata terkonfrimasi dengan Pemilu 2014 kemarin,” kata Wahyu Susilo.

Dalam Pemilu legislatif di Hongkong tercatat 100 ribu WNI ikut dalam proses pencoblosan. Namun Wakil Ketua Indonesia Migrant Wirkers Union, IMWU mencatat hanya sekitar 10% WNI yang mengikuti Pemilu Lesgislatif di Hongkong Kemarin.

"Hal seperti ini yang harus di pantau maka kami meminta KJRI untuk mewaspadai jumlah surat suara, jika tidak maka akan terjadi kecurangan Pemilu," ujar Wahyu Susilo.

Sementara pelaksanaaan pencoblosan Pemilu legislatif juga akan dilaksanakan di beberapa negara seperti Malaysia yang akan dilaksanakan 6 April 2014.



Editor: Luviana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror