KPU NTT Pulihkan Hak Pilih Orang dengan Gangguan Jiwa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Nusa Tenggara Timur mengembalikan hak pilih 65 orang dengan gangguan jiwa di daerah tersebut untuk mengikuti pemilu 9 April mendatang. Anggota KPU NTT Yosafat Koli mengatakan, mereka sudah terdaftar lagi dalam Daftar P

BERITA

Senin, 31 Mar 2014 10:26 WIB

Author

Silver Sega

KPU NTT Pulihkan Hak Pilih Orang dengan Gangguan Jiwa

pemilu, gangguan jiwa

KBR68H, Kupang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Nusa Tenggara Timur mengembalikan hak pilih 65 orang dengan gangguan jiwa di daerah tersebut untuk mengikuti pemilu 9 April mendatang. Anggota KPU NTT Yosafat Koli mengatakan, mereka sudah terdaftar lagi dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atas rekomendasi Komnas HAM.


"Pada saat pertemuan di KPU untuk yang hilang ingatan, ternyata dialihkan kembali, dipulihkan kembali sehingga angka yang 65. Itu kemudian kami harus kembalikan lagi statusnya sehingga dia juga punya hak yang sama seperti orang-orang normal," kata Yosafat Koli.


Yosafat Koli menambahkan, sebelumnya KPU NTT telah menghapus nama puluhan orang dengan gangguan jiwa tersebut dari daftar pemilih tetap karena dinilai tidak memenuhi syarat. 


Sementara itu, KPU NTT juga telah menghapus 11 ribu nama dari daftar pemilih tetap. Nama tersebut dihapus karena tidak memenuhi syarat di antaranya, telah meninggal dunia, pindah domisili, di bawah umur, dan beralih status menjadi tentara dan polisi. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja