KPU Jangan Sepelekan Hak Pilih Orang Sakit Jiwa

Lembaga pemantau pemilu mendesak KPU Pusat membuat surat edaran agar petugas pemutakhiran data pemilih di lapangan mengakomodir hak pilih orang sakit jiwa dan tuna grahita.

BERITA

Kamis, 20 Mar 2014 08:40 WIB

Author

Khusnul Kotimah

KPU Jangan Sepelekan Hak Pilih Orang Sakit Jiwa

pemilu, gangguan jiwa

KBR68H, Jakarta - Lembaga pemantau pemilu mendesak KPU Pusat membuat surat edaran agar petugas pemutakhiran data pemilih di lapangan mengakomodir hak pilih orang sakit jiwa dan tuna grahita. 


Manajer LSM Pemantau Pemilu JPPR Masykurudin Hafidz mengatakan KPU tak bisa menyepelekan satu orang karena keterbatasan fisik atau gangguan jiwa. Para penyadang difabel, termasuk mereka yang gangguan jiwa, harus tetap mendapatkan hak pilih dalam pemilu.


“Petugas pemutakhiran data pemilih waktu itu sekitar lima bulan yang lalu kebanyakan akan menjadi petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) 9 April nanti. Itu orangnya tidak berubah dari dulu begitu. Karena dia tidak berubah maka mudah memberitahunya. Kemarin pada saat mereka melakukan pemutakhiran ketika mengabaikan tuna grahita dan gangguan jiwa maka silahkan diperiksa kembali," jelas Manajer Pemantau Pemilu JPPR Masykurudin Hafidz dalam Program Sarapan Pagi KBR68H.


Beberapa KPU Daerah mencoret hak suara bagi orang dengan sakit jiwa. Di antaranya di Lampung, Surakarta, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Rembang dan Jepara, Jawa Tengah. Padahal Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik menegaskan tidak ada aturan KPU yang mencoret hak pilih orang sakit jiwa.


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Akibat Pandemi, Angka Kehamilan dan Pernikahan di Jepang Turun

Survive Corona ala Gue

Bias Kognitif Dalam Masyarakat Saat Pandemi

Eps4. Berhitung Plastik pada Kopi Senja

Seribu Jalan Penolak Undang-undang Cipta Kerja