Jokowi Capres, Warga Yogya: Saya Punya Alasan untuk Tidak Lagi Golput

BERITA

Jumat, 14 Mar 2014 16:47 WIB

Author

Febriana Sinta

Jokowi Capres, Warga Yogya: Saya Punya Alasan untuk Tidak Lagi Golput

Jokowi Capres, Warga Yogya, Golput

KBR68H,Yogyakarta - Pencapresan Joko Widodo dari PDIP disambut positif oleh masyarakat Yogjakarta.  Beberapa warga mengaku akan memilih Jokowi untuk Pemilu mendatang. (Baca: Jokowi Resmi Jadi Calon Presiden 2014)

Salah seorang warga Wonosari Gunungkidul, Renna Anggabenta (30) mengaku, ia akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu mendatang, dan secara terang-terangan Renna yang berprofesi sebagai tenaga medis di RS Swasta ini akan memilih Jokowi.

"Selama ini saya tidak pernah menggunakan hak pilih saya dalam setiap pemilu, namun sekarang saya mempunyai alasan untuk tidak lagi golput, Jokowi alasannya," katanya kepada KBR68H, Jumat (14/3).

Hal yang sama disampaikan oleh Tanti (40). Ia mengaku langsung mengubah status BBM dengan "Finally Jokowi, Yes". Menurut ibu satu anak ini, ia  tidak latah dengan fenomena tentang Jokowi. Menurutnya Jokowi patut dijadikan capres bahkan menjadi Presiden mendatang.

"Saya pernah tinggal di Solo saat Pak Jokowi menjadi wali kotanya, saya sudah tahu tentang Pak Jokowi dan kinerjanya jauh hari sebelum ada fenomena Jokowi seperti ini. Dan saya mantap memilih Jokowi," kata pekerja sosial ini.

Sementara, Koordinator Gerakan Yogja Jokowi, Sutaryo mengaku gembira dengan pencapresan yang diumumkan hari ini. Menurutnya, Jokowi layak didukung menjadi capres karena kinerja bagus dan kebijakannya yang pro rakyat.

"Pak Jokowi adalah kader PDIP, kinerjanya sudah dapat dilihat sejak menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta. Saya terharu akhirnya Pak Jokowi jadi Capres kami," katanya melalui telpon.

Untuk selanjutnya, gerakan yang dipimpinnya akan terus melakukan aksi simpati hingga Joko Widodo menjadi Presiden.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun