Besok, WNI di Luar Negeri Mulai Mencoblos

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan warga Indonesia di Hong Kong bakal menggelar Pemilu Legislatif, besok Minggu (30/3).

BERITA

Sabtu, 29 Mar 2014 20:56 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Besok, WNI di Luar Negeri Mulai Mencoblos

WNI di Luar Negeri, Mencoblos

KBR68H, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan warga Indonesia di Hong Kong bakal menggelar Pemilu Legislatif, besok Minggu (30/3).

Anggota KPU, Hadar Nafis Gumay mengatakan, pelaksanaan Pemilu di Hong Kong berbeda dengan negara lain. Ini karena pemerintah Hong Kong membolehkan panitia Pemilu luar negeri membuka Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Taman Victoria. Kata Hadar, banyak warga Indonesia yang sering berkumpul di sana. Sehingga KPU berharap angka partisipasi Pemilu menjadi lebih tinggi.

"Jadi kalau untuk TPS pemilihan langsung, maka dibuat KPPS-LN atau TPS-LN nya itu di kantor-kantor perwakilan. Kecuali di Hongkong, dia di luar. Karena banyak negara kan tidak membolehkan. Tapi di Hongkong punya perhatian besar pemerintahnya dia menghargai dan mereka mendukung dilakukan di luar. Di Taman Victoria," kata Anggota KPU, Hadar Nafis Gumay, Sabtu (29/3).

Gumay menambahkan, selain Hong Kong, warga Indonesia di Brasil, Kopenhagen, dan Beijing juga akan mengikuti Pemilu Legislatif esok hari. Tanggal tersebut dipilih karena jatuh di hari Minggu serta untuk menghindari badai taifun yang kemungkinan akan datang minggu depan.

Di Arab, panitia pemilu luar negeri memutuskan untuk menggelar Pileg pada Jumat depan. Sedangkan puluhan panitia pemilu di negara lain umumnya melaksanakan pemungutan suara pada hari Sabtu dan Minggu depan (5 dan 6 April).

Soal Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Soal PPLN, KPU memastikan lembaga pemilu ini akan menjaga kotak suara yang didatangkan ke pabrik tempat TKI akan menyalurkan suaranya.

Gumay mengatakan, hal ini dilakukan untuk menghindari manipulasi suara pada Pemilu Legislatif besok. Selain itu, panitia PPLN nantinya akan memastikan jika kotak suara (drop box) itu tidak diinapkan di pabrik tersebut.

Namun begitu, jika harus diinapkan petugas PPLN harus menjaga kotak suara itu. Ia juga mengatakan, sistem drop box ini berlaku untuk pabrik di mana WNI yang bekerja di luar negeri lebih dari 100 orang.

"Tetapi kita sekarang berusaha drop box itu tidak bisa diinapkan. Dilakukan disitu langsung dari pagi sampai sore. Atau kalau memang diinapkan, itu dipastikan ada orang dari petugas dropbox-nya yang berada di sana. Petugas PPLN maupun petugas yang diangkat PPLN. Dan petugas ini juga diangkat sumpah, harus orang yang mandiri, dsb" kata Anggota KPU, Hadar Nafis Gumay kepada KBR68H, Sabtu (29/3).

Anggota KPU, Hadar Nafis Gumay menambahkan, pabrik yang berhak mendapat drop box hanya yang berjarak empat jam perjalanan dari kantor perwakilan Indonesia di negaranya.

Mulai besok hingga 6 April nanti, pemungutan suara di luar negeri akan dilakukan untuk Pemilu Legislatif. Sistem pencoblosan lebih dulu (early voting) ini dilakukan untuk mencocokkan hari libur WNI di tiap negara. KPU menerapkan sistem drop box untuk meningkatkan jumlah Pemilu di luar negeri. Nantinya kotak suara akan diletakan di pusat aktivitas TKI di luar negeri seperti pabrik

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17