Bawaslu: Laporan Dana Kampanye Lambat!

KBR68H, Jakarta- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai pelaporan dana kampanye partai politik ke KPU terlambat dilakukan.

BERITA

Senin, 03 Mar 2014 10:41 WIB

Author

Sindu Dharmawan

Bawaslu: Laporan Dana Kampanye Lambat!

KPU, Bawaslu, KPPS

KBR68H, Jakarta- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai pelaporan dana kampanye partai politik ke KPU terlambat dilakukan.

Anggota Bawaslu, Nelson Simanjuntak mengatakan, pelaporan dana kampanye harusnya dilakukan sejak awal ketika parpol telah dinyatakan sebagai peserta pemilu hingga menjelang pemilu. Pasalnya, kata dia, banyak parpol yang telah melakukan kampanye sejak ditetapkan menjadi peserta pemilu. Menurutnya, kampanye sejak awal itu juga harus dilaporkan dananya.

"Nah, sebetulnya memang ini terlalu lambat ini. Tapi, karena Undang-Undang membuat seperti itu, ya, begini jadinya, kan. Nah, kita khawatir karena namanya laporan keuangan ini, kalau partai politik, partai politik kan sejak ditetapkan sebagai peserta politik kan sudah bisa berkampanye. Artinya, sepanjang itu mereka sudah menggunakan dana kampanye, ya, kan. Nah, ini kan mestinya harus tercatat. Apakah misalnya, katakanlah kalau mereka pun mengutang untuk melakukan kampanye selama ini, harus dilaporkan juga itu, gitu," terang Nelson di Program Sarapan Pagi KBR68H, Senin (3/3).

Kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima laporan dana kampanye dari 12 partai politik peserta Pemilu 2014. Anggota KPU Ferry Kurnia mengatakan, lembaganya mulai memeriksa laporan dana kampanye 12 partai politik hingga Rabu lusa.

Saat ini, KPU masih mencek secara administrasi dan kelengkapan datanya. Bila KPU menemukan data tidak cocok atau tidak lengkap, maka parpol diberi waktu 5 hari untuk memperbaikinya.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10