Jack the Giant Slayer: Kisah Jack dan Kacang Ajaib Ala Hollywood

Pernah dengan dongeng Jack dan pohon kacang ajaib? Cerita klasik itu mengisahkan Jack yang memanjat pohon kacang ajaib untuk mencuri harta karun emas dan, akhirnya, membunuh raksasa yang hidup di atas. Petualang Jack ini menjadi dasar film Jack the Giant

BERITA

Jumat, 01 Mar 2013 16:54 WIB

Author

Antonius Eko

Jack the Giant Slayer: Kisah Jack dan Kacang Ajaib Ala Hollywood

Jack giant slayer, hollywood, bryan singer

Pernah dengan dongeng Jack dan pohon kacang ajaib?  Cerita klasik itu mengisahkan Jack yang memanjat pohon kacang ajaib untuk mencuri harta karun emas dan, akhirnya, membunuh raksasa yang hidup di atas. Petualang Jack ini menjadi dasar film Jack the Giant Slayer.

Konon, di antara bumi dan langit terbentang wilayah Gantua yang dihuni bangsa raksasa. Selama bertahun-tahun kerajaan Cloister, yang dipimpin raja Erik, berperang dengan mahluk mengerikan itu. Sampai akhirnya para biarawan utusan sang raja berhasil membunuh pemimpin raksasa dan mengambil jantungnya. Jantung itu kemudian diolah menjadi mahkota yang mempunyai kekuatan magis dan membuat semua raksasa tunduk.

Bertahun-tahun kemudian Cloister dipimpin raja Bramhwell didampingi penasihatnya Lord Roderick. Sang raja punya putri semata wayang Isabelle yang gemar bertualang dan kerap menyamar untuk melihat kehidupan rakyat biasa.

Bramhwell menjodohkan Isabelle degan Roderick, yang usianya dua kali lipat. Tak hanya ingin memiliki sang putri, Roderick juga berniat menguasai seluruh kerajaan. Untuk melaksanakan niatnya itu Roderick membongkar makam Erik dan mencuri mahkota serta biji pohon yang bisa tumbuh tinggi hingga ke wilayah kekuasaan para raksasa.

Rencana Roderick berusaha digagalkan seorang biarawan. Sebelum tertangkap biarawan itu sempat menitipkan biji ajaib ke Jack dengan pesan agar biji itu jangan sampai basah. Saat ribut dengan pamannya, yang kecewa karena Jack begitu bodohnya menukar kuda dengan biji, Jack tak sadar sebuah biji jatuh ke kolong rumah.

Sementara itu, Isabelle lagi-lagi kabur dari istana. Di tengah hujan badai sang putri mencari perlindungan di rumah Jack. Di pertemuan kedua ini benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Saat asik ngobrol rumah Jack berguncang keras, ternyata biji di bawah rumah mulai tumbuh terkena air hujan. Jack terlempar ke luar, sementara Isabelle terkurung di dalam rumah dan terbawa naik ke langit.

Mengetahui anaknya hilang Bramhwell menugaskan pengawal kerajaan Elmont mencari sang putri. Jack menawarkan diri ikut, sementara Roderick tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan bergabung dalam rombongan ke Gantua demi memuluskan rencana menguasai bangsa raksasa.

Jack the Giant Slayer mengikuti trend film-film adaptasi dari dongeng klasik. Sebelumnya sudah ada Red Riding Hood, Snow White and the Huntsman serta Hansel and Gretel: Witch Hunters. Namun di tangan sutradara kawakan Bryan Singer petualang Jack jadi lebih dahsyat.

Adegan pengepungan  istana Cloister oleh tentara raksasa membuat saya harus menahan nafas, ikut tegang. Sayangnya, Brian Singer terlalu asik meramu adegan aksi, sementara dari segi cerita banyak yang bolong-bolong. Misalnya, Jack dan Isabelle yang terlalu dipaksakan untuk langsung jadian.

Akting Nicholas Hoult sebagai Jack biasa-biasa saja. Pujian justru layak diberikan pada Ewan McGregor, sebagai Elmont, dan Stanley Tucci yang memerankan tokoh jahat Lord Roderick. Mereka tetap tampil maksimal meski di film ringan seperti ini.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste